Tim FITH Raih Hibah Internasional TFCCA Siklus Pertama, Fokus Inovasi Restorasi Karang

Spread the love

Sumbawa, bidikankameranews.com
Tim Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati (FITH) berhasil meraih Hibah Internasional TFCCA (Tropical Forest and Coral Reefs
Conservation Act) Siklus Pertama-Konservasi Indonesia. Hibah TFCCA adalah program pendanaan dari Pemerintah AS untuk mendukung konservasi hutan tropis dan terumbu karang di Indonesia.

Tim yang beranggotakan para Dosen FITH ini diketuai oleh Izzul Islam, M.Sc.,Eng (Dosen Prodi Bioteknologi) dengan anggota Riri Rimbun Anggih Chaidir, M.Sc (Dosen Prodi Bioteknologi), Muh. Fahruddin, S.Pi., M.Si (Dosen Prodi Perikanan), Adi Suriyadin, S.Tr.Pi., M.Tr.Pi (Dosen Prodi Perikanan), dan Marselianti, S.Pi.,M.Ling (Dosen Prodi Konservasi Sumber Daya Alam).

Izzul akrab Ia disapa menyampaikan, “hibah yang kami angkat berjudul ‘Inovasi Restorasi Karang Berbasis Fragmentasi Nanomaterial–Mikroporous untuk Kolonisasi Bakteri Benefisial dalam Upaya Pereduksi Polutan dan Percepatan Pertumbuhan Karang’, penelitian ini dikembangkan sebagai respon terhadap berbagai tekanan yang mengancam terumbu karang, khususnya pencemaran perairan pesisir oleh logam berat, polutan persisten yang berpotensi mengalami biomagnifikasi, serta kontaminan radioaktif, yang berdampak langsung pada penurunan kesehatan dan resiliensi karang. Melalui pendekatan bioteknologi, riset ini mengintegrasikan mikrofragmentasi karang dengan media nanomaterial mikroporous yang dirancang untuk mendukung kolonisasi bakteri benefisial.” paparnya.

Menurut Izzul, program yang lolos pendanaan TFCCA ini berfokus pada pengembangan metode konservasi terumbu karang berbasis sains (science-based conservation) sebagai respon terhadap berbagai tekanan lingkungan pesisir yang berdampak pada kesehatan ekosistem karang. Pendekatan yang dikembangkan menitikberatkan pada peningkatan kualitas mikrohabitat perairan dan penguatan resilience karang melalui pemanfaatan teknologi nano yang ramah lingkungan. Kombinasi ini diharapkan mampu berfungsi sebagai biofilter pasif yang berperan dalam pereduksi polutan perairan, sekaligus menciptakan mikrohabitat yang lebih stabil bagi pertumbuhan dan pemulihan jaringan karang.

“Ke depan, hasil riset ini kami harapkan tidak hanya berhenti di laboratorium. Tim peneliti menargetkan pengembangan metode konservasi yang bisa digunakan lebih luas dan bisa diduplikasi di daerah lainnya. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, baik oleh dunia akademik maupun praktisi konservasi.” tandasnya.

Rektor UTS, Niken Saptarini, SE., M.Sc berikan selamat untuk Tim FITH atas raihan prestasi internasional tersebut.
“Selamat untuk rekan-rekan FITH yang telah berhasil meraih prestasi. Keberhasilan meraih hibah TFCCA ini juga sejalan dengan visi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang ingin terus berkontribusi positif bagi lingkungan dan keberlanjutan semesta alam. Melalui riset dan inovasi seperti ini, UTS berharap dapat ikut ambil bagian dalam upaya menjaga laut, terumbu karang, dan ekosistem pesisir agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Sekali lagi, Selamat untuk Pak Izzul dan Tim,” tukas Rektor. (*)


Spread the love

Next Post

Peresmian RSUD Sering, Wabup H. Ansori : Optimalkan Pelayanan, Nyawa Lebih Penting dari Administrasi

Rab Jan 21 , 2026
Spread the love       Sumbawa, bidikankameranews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP dan Wakil […]