PEMILIHAN BPD LABULIA DIDUGA TIDAK TRANSPARAN, WARGA PROTES SOSIALISASI MINIM

Lombok Tengah, bidikancameranews.com– Proses pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Labulia, Lombok Tengah, disorot warga karena dinilai tidak transparan dan minim sosialisasi. Warga menduga ada upaya membatasi informasi agar calon anggota BPD dipilih sesuai keinginan pihak tertentu.
Sejumlah warga menyatakan belum mendapat informasi jelas soal jadwal dan teknis pelaksanaan pemilihan calon anggota BPD.
“Sosialisasi kepada masyarakat sangat minim. Banyak warga yang baru mengetahui tahapan pemilihan setelah prosesnya berjalan,” ujar warga inisial LN asal Bunduduk, Jumat 23 Mei 2026.
LN menyebut meski sudah ada musyawarah di tingkat desa, hasil pertemuan itu tidak disebarluaskan. “Kalau di desa lain, tahapan pemilihan anggota BPD disosialisasikan di masing-masing wilayah atau dusun. Di Desa Labulia ini justru tidak dilakukan. Ada apa ini,” katanya.
Warga lain inisial SI menambahkan, informasi terkait tahapan pemilihan, persyaratan calon, hingga mekanisme penentuan perwakilan tidak disampaikan terbuka. Panitia juga dinilai tidak memberikan penjelasan memadai soal proses seleksi dan jadwal pelaksanaan.
Keluhan serupa muncul soal keterbukaan anggaran. Ustadz Rabe, peserta rapat, mengaku tidak mengetahui sumber maupun jumlah anggaran kegiatan pemilihan BPD. “Kami tidak tahu sumber dan jumlah anggarannya. Di dalam rapat tidak disampaikan,” ungkapnya.
SI menambahkan, kalaupun ada rapat atau sosialisasi, yang diundang diduga hanya kalangan tertentu. “Kami hanya ingin proses yang adil dan transparan karena BPD adalah representasi masyarakat desa,” ujarnya.
Warga menegaskan BPD memiliki peran penting sebagai lembaga pengawas jalannya pemerintahan desa. Karena itu proses pemilihannya harus dilakukan secara demokratis, terbuka, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Saya berharap pemerintah desa dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas agar tidak menimbulkan dugaan adanya kepentingan tertentu,” tambah LK.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Labulia Mahjat yang dikonfirmasi memilih bungkam dan belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.














