BUPATI AMAR: KRB HARUS JADI KOMPAS DAERAH, NTB KEJAR TUNTAS DOKUMEN 3 BULAN HADAPI 13 JENIS BENCANA ” Menghadapi 13 Ancaman, KSB Pilih Siap Daripada Panik “

SUMBAWA BARAT , bidikancameranews.com – Taliwang jadi titik kumpul kesiapsiagaan bencana se-NTB.
Pemkab Sumbawa Barat jadi tuan rumah forum penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana KRB Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB di Graha Praja, Setda KSB. Forum ini dihadiri BNPB dan para Kalaksa BPBD se-NTB.
Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., meminta semua pihak untuk lebih serius dalam mendeteksi dini bencana
Di NTB, 13 jenis bencana sesuai UU semuanya berpotensi terjadi. Pertanyaannya bukan “kapan datang”, tapi “seberapa siap kita”.
Bupati berharap agar KRB Jangan Jadi Berkas, Harus Kompas Arah Kebijakan dan terukur
” KRB bukan sekadar dokumen administrasi. Ini kompas yang kasih arah ke Pemda untuk antisipasi kurangi risiko bencana ke depan, ” tegas Bupati
Bupati berharap adanya pendampingan serius dari BNPB, seluruh kabupaten/kota NTB tuntas susun KRB dalam 3 bulan ke depan,” ujar Bupati Amar.
Kalaksa BPBD NTB Sadimin, S.T., M.T., menjelaskan bahwa semua kabupaten/kota di NTB sudah punya KRB. Tapi dokumen itu masih butuh pembaruan dan belum semua dapat persetujuan BNPB.
Perwakilan BNPB Dyah Rusmiasih mengingatkan agar KRB wajib terintegrasi ke RPJMD dan Rencana Penanggulangan Bencana harus di implementasikan secara terukur ,” Kalau cuma jadi berkas di rak, korban jiwa dan kerusakan lingkungan fisik tetap tinggi ” urainya
*Target 3 Bulan: Semua KRB NTB Tuntas*
Dengan adanya pendampingan dari BNPB, diminta kepada Pemprov Pemkab/Kota se-NTB ditarget rampungkan update KRB maksimal 3 bulan ke depan. Setelah itu langsung masuk perencanaan pembangunan anggaran.
KSB jadi tuan rumah, Pemkab KSB tunjukkan komitmen: siap jadi contoh daerah yang jadikan data risiko sebagai dasar kebijakan. Infrastruktur, tata ruang, sampai skema evakuasi harus ngacu KRB.
Menghadapi 13 Ancaman, KSB Pilih Siap Daripada Panik













