KSB MAJU LUAR BIASA , BURELY FARM JADI PIONIR! Tancap Gas Tanam Rumput Gajah, KSB Maju Peternakan Smart Farming Digas!

SETELUK TENGAH, bidikancameranews.com – Langkah awal *KSB Maju Luar Biasa* menuju modern farming resmi dimulai. KTT Burely Farm, Desa Seteluk Tengah jadi pionir penanaman perdana rumput gajah. Ini fondasi utama skema penggemukan sapi pedet berbasis agribisnis Pemkab Sumbawa Barat.
Ini bukan sekadar tanam pakan. Ini bagian dari grand design *KSB Maju Luar Biasa Klaster Peternakan*. Semua tahap jalan terukur sesuai roadmap Pemda.
*1 Hektare/Minggu, Smart Farming Kunci Kontrol*
Penanaman perdana dihadiri Kadis Pertanian Jamilatun, S.Pt.,M.M.Inov, Staf Ahli Bupati H. Wahidin, Kabid Peternakan Amiruddin, KCD Seteluk, dan Bhabinkamtibmas Ardian.
Jamilatun tegas: tanam pakai pola step by step. Target 1 hektare per minggu biar panen bergilir.
“Supaya tidak ada istilah overstock atau kekurangan pakan,” jelasnya.
Rumput tanam hari ini siap panen 3 bulan ke depan. Itu syarat utama sebelum sapi pedet turun Juli 2026.
Support system all out: sumur bor, kandang, bangunan pakan ditarget ready mid 2026.
Yang bikin beda: pendekatan smart farming. Pemda pakai aplikasi digital pantau sapi real time. Tiap ternak punya identitas khusus. Berat badan + pertumbuhan ketahuan akurat.
“Aplikasi ini jadi control system. Kalau ada penurunan bobot, langsung terdeteksi dan ditangani fasilitator,” ujar Jamilatun.
*Pendampingan Berlapis + Babinsa Kawal 24 Jam*
Tiap kecamatan dikunci 3 fasilitator: kesehatan hewan, budidaya ternak, pakan ternak. Mereka dapat pelatihan langsung dari tenaga ahli Universitas Mataram.
Babinsa + Bhabinkamtibmas juga dilibatkan. Tujuannya: program on track, minim penyimpangan.
*High Return: Rp6 Juta Jadi Rp13 Juta!*
Dari sisi bisnis menjanjikan. Sapi pedet 100 kg ditarget tembus 200 kg dalam 7 bulan. Kenaikan bobot harian 0,6-0,8 kg.
Harga beli Rp6 juta, potensi jual Rp12-13 juta/ekor. Margin bisa 2x lipat. Skala besar = cash flow kelompok makin menjanjikan.
*Ketua KTT: Ini Perubahan Mindset, Bukan Instan*
Ketua KTT Burely Farm *Hartati Asmad* optimis. Lahan 3,47 hektare dikelola terpadu: rumput gajah, tumpang sari, Nina Padi, kolam air deras, sampai area kandang.
“Ini bukan hanya soal ternak, tapi perubahan mindset. Dari pola lama ke sistem modern terarah,” ungkapnya.
Hartati puji pola Pemda: pakan siap dulu, baru ternak masuk.
“Pola sangat ideal. Benar-benar terencana, bukan instan,” tegasnya.
Dengan konsep terintegrasi + sentuhan teknologi, Burely Farm kini di jalur cepat jadi sentra peternakan modern KSB. Tinggal konsistensi lapangan yang diuji.
*KSB Maju Luar Biasa: Dari Rumputnya Dulu, Kesejahteraan Menyusul!* ( ADV )
–













