SMELTER JALAN, EKSPORT PT AMNT MELEDAK US$155 JUTA. TAPI WARGA KSB: JANGAN BIARKAN KAMI CUMA JADI PENONTON!
SMELTER JALAN, EKSPORT PT AMNT MELEDAK US$155 JUTA. TAPI WARGA KSB: JANGAN BIARKAN KAMI CUMA JADI PENONTON!

SUMBAWA BARAT, bidikancameranews.com – Pabrik pengolahan sudah berdiri megah. Katoda tembaga sudah dikapalkan. Ekspor NTB Juli 2026 didominasi tembaga 93,55 persen senilai US$155,36 juta.
Smelter AMNT terbukti jadi mesin uang baru NTB.
Namun di desa-desa lingkar tambang Sumbawa Barat, euforia itu tidak serta merta dirasakan.
Pertanyaan dasar muncul: setelah tanah kami digali, udara kami berdebu, jalan kami dilintasi truk, lalu apa yang kami dapat?
Janji Kerja Lokal Diuji
AMNT menyebut 75 persen pekerja di Batu Hijau adalah warga lokal. Program pelatihan 170 mekanik alat berat bersama Pemkab juga digadang sukses 90 persen terserap.
Tapi warga minta dibuktikan. Rinci. Siapa, dari desa mana, kerja di bagian apa, gaji berapa. Jangan sampai “tenaga lokal” hanya jadi buruh kasar sementara posisi kunci diisi dari luar.
*Ekonomi Lokal Jangan Cuma Dilewati*
Nilai pengadaan smelter pasti triliunan. Tapi berapa yang mampir ke kontraktor KSB? Berapa ke UMKM penjual nasi bungkus, bengkel, rental alat?
Selama ini perusahaan besar luar daerah masih mendominasi. Kalau polanya begitu terus, hilirisasi hanya akan memindahkan kekayaan dari perut bumi KSB ke kantor pusat di luar daerah.
*CSR Jangan Sekadar Bagi Sembako*
Program PPM AMNT harus punya jejak. Sekolah yang dibangun, klinik yang jalan, koperasi yang hidup. Bukan bagi-bagi bantuan yang habis sebulan.
Warga berhak audit sosial: uang CSR berapa, untuk apa, berhasil apa.
*Pemkab Jangan Bungkam*
Pemerintah daerah adalah corong rakyat. Wajib buka data dampak smelter ke ekonomi KSB. Wajib kawal agar Perda TKDN dan vendor lokal benar-benar jalan.
Hilirisasi sejati bukan hanya mengubah batu jadi logam. Tapi mengubah nasib manusia.
Selama warga lingkar tambang masih bertanya “kami dapat apa?”, maka pekerjaan besar hilirisasi belum selesai.
Data BPS: Tembaga 93,55% Ekspor NTB Juli 2026_
Ada 5 Poin PT AMNT Harus Transparan
*1. TENAGA KERJA LOKAL*
Berapa warga KSB yang kerja di smelter?
Berapa yang dari desa lingkar tambang?
Berapa yang duduk di posisi operator & profesional?
_170 putra daerah sudah dilatih. Berapa yang benar-benar kerja?_
*2. VENDOR & UMKM LOKAL*
Berapa nilai kontrak untuk perusahaan Sumbawa Barat?
Berapa % pengadaan yang ke vendor lokal?
Berapa UMKM yang masuk rantai pasok smelter?
_Jangan sampai uang industri hanya lewat saja_
*3. CSR / PPM AMNT*
Berapa dana CSR setiap tahun?
Disalurkan ke desa mana saja?
Berapa untuk pendidikan, kesehatan, ekonomi?
_Kami butuh program, bukan bantuan sekali pakai_
*4. DAMPAK EKONOMI DAERAH*
Berapa kontribusi smelter ke PAD KSB?
Berapa uang perusahaan yang berputar di KSB?
Bagaimana pendapatan warga lingkar tambang berubah?
_Pemkab wajib buka data_
*5. KEADILAN HILIRISASI*
Bagaimana memastikan warga tidak hanya jadi penonton?
Bagaimana anak muda KSB naik kelas di industri?
_Hilirisasi harus ubah nasib, bukan hanya ubah konsentrat jadi katoda_
*#HilirisasiUntukRakyatKSB*
*Warga berhak tahu. Data harus transparan.*
_Sumber: BPS NTB, AMNT, Pemkab Sumbawa Barat_
Smelter AMNT sudah beroperasi.
Ekspor tembaga NTB Juli 2026 tembus *US$155,36 Juta atau 93,55% dari total ekspor NTB.
Angka besar. Tapi pertanyaan warga lingkar tambang Sumbawa Barat juga besar:
*Kami dapat apa?*
Sudah saatnya AMNT dan Pemkab Sumbawa Barat membuka data secara transparan. Soal kerja, soal vendor, soal CSR, soal dampak ekonomi.
Karena hilirisasi yang berhasil bukan hanya saat katoda dikirim ke luar negeri.
Tapi saat anak KSB kerja di smelter, UMKM KSB jadi vendor, dan ekonomi desa ikut tumbuh.
Setuju? Komentar di bawah 👇
Tag @ammanmineral @pemkab_sumbawabarat
#HilirisasiUntukRakyatKSB #SmelterAMNT #SumbawaBarat #NTB
