MAHFUDDIN CAKRA; Sosok Jaksa Humanis, Tegas dalam Penegakan Hukum, Bijaksana dalam Menjaga Kemanusiaan

IMG-20261104-WA0078(1)
Spread the love

MAHFUDDIN CAKRA; Sosok Jaksa Humanis, Tegas dalam Penegakan Hukum, Bijaksana dalam Menjaga Kemanusiaan.

Oleh : Dr. AHERUDDIN, SE.,ME

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat NTB saat ini di pimpin oleh Mahfuddin Cakra Saputra, S.H., M.H. sosok jaksa yang hebat dengan pendekatan kekeluargaan yang patut di apresiasi, dalam beberapa momen diskusi dan silaturrahmi yang kami lakukan, kami melihat aura kepemimpinan hebat dalam diri beliau dan sosok seperti ini sangat jarang ditemukan dalam posisi dan situasi saat ini.

Ciri khas kepemimpinan humanis yang melekat pada sosok Cakra sebagai seorang pemimpin di institusinya bukan hanya terlihat dari jabatan dan kewenangannya, tetapi dari bagaimana ia memperlakukan, menghargai dan memahami orang-orang yang dipimpinnya. Dalam Penegakan hukum tidak semata-mata berbicara tentang pasal, tuntutan dan hukuman. Di balik setiap perkara hukum ada manusia, keluarga, harapan dan masa depan yang harus dipertimbangkan dengan sisi kemanusiaan yang harus dikedepankan. Oleh karena itu, sosok jaksa yang humanis menjadi sangat penting dalam mewujudkan keadilan yang sesungguhnya.

Dalam suatu kesempatan saya pernah bertanya secara langsung berkaitan dengan profesi beliau sebagai jaksa sekaligus pimpinan institusi kejaksaan di tingkat daerah. Menurut beliau Pak Cakra, Sosok Jaksa yang humanis harus hadir di dalam penegakan hukum dengan ciri khas yang humanis bukan berarti bahwa jaksa itu lemah dalam menegakkan hukum apalagi mengabaikan aturan. Namun sebaliknya, ia adalah sosok penegak hukum yang tetap teguh pada prinsip, berani mengambil sikap, tetapi tidak kehilangan hati nurani dalam menjalankan kewenangannya di NKRI ini.

Kehadiran sosok jaksa seperti cakra dengan pendekatan inklusif tentu bukan sekadar penegakkan hukum dan menghadirkan keadilan. Sosok jaksa humanis juga tercermin dari cara berkomunikasi dengan masyarakat, tidak arogan dengan kewenangan, tidak menjadikan jabatan sebagai jarak serta tetap membuka ruang dialog dan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat. Sebab kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak hanya dibangun melalui keberhasilan menangani perkara, tetapi juga melalui sikap, perilaku, keteladanan dan rasa keadilan yang dirasakan masyarakat. Pada akhirnya, jaksa yang hebat bukan hanya mereka yang mampu menangani atau memenangkan perkara, tetapi mereka yang mampu menjaga integritas, menegakkan kebenaran dan menghadirkan keadilan tanpa kehilangan sisi kemanusiaan.

Dalam perkembangan saat ini, masyarakat tidak hanya membutuhkan penegak hukum yang berani, tetapi juga penegak hukum yang memiliki dasar dan landasan yang kuat, masyarakat tidak hanya berharap hukum ditegakkan, tetapi juga berharap keadilan benar-benar dirasakan. Karena hukum yang berkeadilan adalah hukum yang tegas dalam prinsip, bijak dalam tindakan dan tetap memiliki hati nurani, hal tersebut penulis rasakan ada di sosok Cakra panggilan akrabnya.

Menurut kami sosok seperti Cakra inilah yang sangat diterima dan yang diharapkan keberadaanya di KSB sebagai Kajari yang bisa menjalankan fungsinya dengan mengutamakan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi dan pencegahan pelanggaran hukum sehingga kejahatan berkurang bukan karena dilakukan tindakan hukum namun disebabkan karena meningkatnya pemahaman kemasyarakatan maupun ke pemerintahan sebagai bagian dari mitigasi resiko agar kejahatan itu tidak terjadi karena meningkatnya kecerdasan masyarakat dan lahirnya kesadaran bahwa melakukan kejahatan bukan solusi terhadap penyelesaian persoalan yang dihadapi masing masing individu sebagai jalan keluar menjalani kehidupan yang kompleks dengan berbagai permasalahannya.


Spread the love