Program KSB Maju TANCAP GAS: Sapi Bali Digas Habis! Rumput Gajah Super + Tim 24 Jam Diturunkan, Seteluk Jadi Percontohan

SETELUK, bidikancameranews.com – Pemkab Sumbawa Barat tak main-main genjot sektor peternakan. Lewat program KSB Maju Luar Biasa Klaster Agribisnis Sapi Bali Betina, seluruh Kelompok Tani Ternak KTT langsung tancap gas. Star dari persiapan lahan rumput gajah super di Seteluk. Targetnya jelas: putus rantai ketergantungan pakan + lahirkan bibit sapi unggulan sebelum era tambang 2030 berakhir.
Pendampingan intensif sudah jalan di KTT Burely Farm, Desa Seteluk Tengah dan KTT Maju Bersama, Desa Meraran. Proses land clearing untuk tanam rumput gajah super kini masuk tahap final.
*Bibit Unggul Uji Demplot, Pekan Depan Distribusi*
Kepala Dinas Pertanian KSB Jamilatun.S.Pd, M.M.Inov. menegaskan hampir semua kelompok sudah finalisasi lahan.
“Bibit yang dibagikan bukan sembarangan. Ini hasil uji tanam di demplot, terbukti tumbuh optimal. Kandungan nutrisinya tinggi, kunci ketersediaan pakan berkelanjutan,” Jelasnya
Selama ini kendala klasik peternak: pakan langka saat musim tertentu. Rumput gajah super jadi jurus pemutus rantai itu sekaligus dongkrak produktivitas ternak.
*Tim 24 Jam Turun, Babinsa + Bhabinkamtibmas Ikut Kawal*
Pemerintah tak cuma kasih bibit lalu lepas tangan. Sistem pendampingan berlapis disiapkan:
1. *5 tenaga ahli* khusus: pakar peternakan, dokter hewan, spesialis pakan
2. *Babinsa + Bhabinkamtibmas* dilibatkan untuk pengawasan maksimal, bahkan 24 jam
Dengan formasi tim se-solid ini, optimisme menguat. Program ini jadi fondasi lahirnya bibit sapi unggulan yang masuk skema penggemukan lanjutan.
*Misi Besar: KSB Mandiri Pasca Tambang 2030*
Di balik rumput gajah super ada misi jangka panjang. Klaster Sapi Bali Betina dirancang Bupati + Wabup KSB sebagai benteng ekonomi rakyat saat era tambang diprediksi berakhir 2030. KSB harus siap berdiri sebagai daerah agribisnis peternakan mandiri.
*Catatan Kritis Peternak: “Kalau Basah, Mandi Sekalian”*
Ketua KTT Maju Bersama Irawansyah akui koordinasi kabupaten ke kelompok berjalan baik. Instruksi sampai ke bawah.
Tapi ia titip pesan keras:
“Kalau istilahnya, sudah kepalang basah maka lebih baik mandi sekalian’. Programnya bagus, tapi harus all out. Jangan sampai setengah jalan seperti program penggemukan sebelumnya,” tegasnya.
Ia juga soroti pentingnya pengawasan ketat biar bantuan tak disalahgunakan. Pendampingan intens jadi kunci disiplin kelompok.
Titik krusial sudah di depan mata. Lahan siap, bibit unggul siap, tim ahli siap. Berhasil atau tidaknya KSB Maju Peternakan kini tergantung konsistensi pengawalan di lapangan.
Kalau Seteluk berhasil, KSB resmi keluar dari bayang-bayang tambang dan kokoh sebagai lumbung daging NTB! ( ADV )














