PROGRAM KSB MAJU LUAR BIASA Sebanyak 819 Guru Ngaji Terima Insentif Bulanan Dari Pemda Sumbawa Barat Melalui Bagian Kesra

Taliwang KSB, bidikancameranews.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menyiapkan anggaran khusus bagi para guru ngaji yang mengajar di masjid, TPQ, maupun madrasah . Insentif tersebut akan diberikan sebesar Rp 250.000 per bulan yang dimulai pembayaran sejak maret dan apri 2026 untuk triwulan 1, yang ditransfer melalui Kartu KSB Maju Luar Biasa
Bupati Sumbawa Barat melalui Kabag Kesra Ustad TGB.h.Burhanudin menyampaikan bahwa sedikitnya 819 guru ngaji akan menerima honor tersebut setiap bulannya yang dibayarkan / dua bulan, hal ini merupakan bagian dari program unggulan KSB MAJU LUAR BIASA
Menurutnya, kebijakan ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan pendidik agama di wilayah perkampungan.
Untuk mengimplementasikan bantuan tersebut, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Sumbawa Barat menyalurkan insentif/bantuan bagi 819 guru ngaji di tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi dedikasi mereka. Penyaluran, yang dilakukan secara bertahap sejak Maret, bertujuan memotivasi pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Bantuan ini, diharapkan meningkatkan kesejahteraan.
Penyaluran bantuan tersebut bervariasi tergantung jumlah anak muridnya, para guru ngaji akan mendapatkan insentif bulanan Rp 250.000/ bulan bagi guru ngajinya minimal 15 murid ngajinya, dan jikalau guru ngaji ada 26 murid nagjinya akan mendapatkan Rp 500.000/ bulan yang diberikan dalam / 2 bula .
” penyaluran insentif guru ngaji ini tidak baku, tergantung dari jumlah anak muridnya, makin banyak anak muridnya bakin banyak insentif yang didapatkan ” kata Ustad TGB H.Burhanudin Kabag Kesra Setda Sumbawa Barat kepada media
Bantuan insentif guru ngaji ini kata Ustad TGB h.Burhanudin sebagai bentuk perhatian pemerintah Daerah Sumbawa Barat terhadap peran guru ngaji dalam pembinaan umat.
Menurutnya, semoga dengan bantuan ins3ntif guru ngaji ini, diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran keagamaan. Anak-anak dan masyarakat yang belajar mengaji akan lebih sering mendapatkan bimbingan, kesempatan bertanya, dan pendalaman materi, sehingga pemahaman keislaman umat dapat terus meningkat.













