Kadis Dikbud Sumbawa Barat, Menjamin Setiap Anak Mendapat Layanan Pendidikan Yang Berkwalitas

Agus.S.Pd.M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyatankan bahwa Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperoleh saran, masukan, serta pertimbangan dari para pemangku kepentingan dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah ( Renja PD ), khususnya pada bidang pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Sumbawa Barat.
” Penyusunan rancangan awal Renja PD Dikbud Sumbawa Barat berfokus pada sinkronisasi Renstra, evaluasi kinerja tahun lalu, dan partisipasi pemangku kepentingan untuk menjawab isu strategis. Pertimbangan utama meliputi peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses, peningkatan kompetensi pendidik, serta pelestarian kebudayaan lokal dalam perencanaan tahun ajaran 2026 ” jelas Agus
” dengan adanya Renja PD tersebut , guna menjamin setiap anak di Sumbawa Barat mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, khususnya di wilayah terpencil ” kata Agus Ghosy
Dinas Pendidikan juga menerapkan sistim Peningkatan Kompetensi Pendidik (Guru), Dikbud Sumbawa Barat saat ini Fokus pada pelatihan dan peningkatan kualitas guru (pendidik) agar sejalan dengan perkembangan kurikulum dan teknologi.
” Pemenuhan infrastruktur pendidikan yang memadai dan aman bagi siswa merupakan program unggulan Dikbud Sumbawa Barat, sehingga dalam Penyusunan Renja Berbasis Partisipasi, selalu melibatkan organisasi profesi (orprof) dan elemen masyarakat untuk memastikan rencana kerja sesuai kebutuhan riil di lapangan, seperti yang dilakukan dalam Forum Perangkat Daerah ” jelas Agus
Yang tidak kalah pentingnya adalah Pelestarian Kebudayaan Lokal dengan memasukkan program yang mendukung pelestarian seni dan budaya Sumbawa Barat sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Untuk itu pihaknya menggunakan hasil evaluasi Renja tahun 2024 dan 2025 untuk mengatasi kendala yang ada. Melalui mekanisme ini, Dinas Dikbud KSB berusaha mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang berfokus pada hasil (outcome) untuk memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan.
Forum ini dihadiri oleh Kepala Bappeda, perwakilan perangkat daerah, serta unsur pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat di antaranya MKKS KSB, PGRI KSB, MKS KSB, LATS KSB, pelaku budaya, HMPAUDI KSB, IGTKI KSB, dan SGI KSB.
Melalui forum ini diharapkan tercipta perencanaan pembangunan yang lebih sinergis, partisipatif, dan tepat sasaran guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pemajuan kebudayaan di Kabupaten Sumbawa Barat.( Advertorial )














