Geger! Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Pria Tak Dikenal Saat Tidur
Geger! Perempuan di Rumah Pengungsi Rokotenda Diduga Diserang Pria Tak Dikenal Saat Tidur

MAUMERE, Bidikan Kamera — Warga di sekitar rumah bantuan bagi pengungsi erupsi Gunung Api Rokotenda di Jalan Sang Prabu, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, digegerkan dugaan aksi penganiayaan terhadap seorang perempuan pada dini hari.
Perempuan berinisial EJT diduga diserang seorang pria yang belum diketahui identitasnya saat sedang tidur, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 01.30 Wita.
Kasus tersebut kini ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sikka. Dalam laporan yang diterima polisi, korban juga menyebut adanya dugaan percobaan pemerkosaan.
Menurut keterangan korban kepada penyidik, saat itu dirinya sedang tidur di dalam kamar. Korban kemudian terbangun dan mendapati seorang pria yang tidak dikenalnya sudah berada di samping tempat tidurnya.
Korban spontan berteriak meminta pertolongan.
Namun, pria tersebut diduga langsung membekap mulut korban dan mencekik lehernya. Korban berusaha melawan hingga akhirnya terjatuh dari tempat tidur ke lantai.
Perlawanan tersebut diduga membuat pelaku melepaskan korban. Pria itu kemudian melarikan diri melalui pintu belakang rumah dan menghilang.
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima SPKT Polres Sikka pada 21 September 2026 dengan Nomor: LP/B/142/IX/2026/SPKT/POLRES SIKKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polres Sikka langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan. Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil penanganan di TKP, penyidik mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya sandal dan senjata tajam.
Barang bukti tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut secara forensik sesuai prosedur guna membantu penyidik mengungkap perkara.
Penyidik juga telah memeriksa korban dan sejumlah saksi untuk memperoleh keterangan serta petunjuk terkait kejadian. Polres Sikka menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga dilibatkan dalam penanganan kasus ini. Polisi berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum.
Demi melindungi korban, polisi memastikan identitas korban dirahasiakan.
Polres Sikka juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau membuat spekulasi terkait kasus tersebut. Informasi mengenai perkembangan perkara akan disampaikan secara resmi sesuai dengan tahapan penyidikan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pria yang diduga masuk ke kamar korban pada dini hari tersebut serta memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.( Karel)
