Tengah Pemulihan Pascagempa, Bhabinkamtibmas Palue & Satlantas Polres Sikka Edukasi Siswa SDN Uwa I Tertib Berlalu Lintas

file_00000000d23c820e9ae52b32c1d99574
Spread the love

 

Tengah Pemulihan Pascagempa, Bhabinkamtibmas Palue & Satlantas Polres Sikka Edukasi Siswa SDN Uwa I Tertib Berlalu Lintas

PALUÉ Flores NTT, bidikancameranews.com — Di tengah suasana pemulihan pascagempa bumi, keselamatan anak-anak sekolah menjadi perhatian utama. Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue bersama Satuan Lalu Lintas Polres Sikka turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi berlalu lintas kepada siswa sekolah dasar.

Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Uwa I, Dusun Uwa, Desa Maluriwu, Kecamatan Palue*, Senin, 26 Agustus 2026*, sekitar pukul 09.00 WITA.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana* bersama anggota Satlantas Polres Sikka *Aipda Paulus Nong Sendi menjadi pemateri dalam sosialisasi yang menyasar para siswa SDN Uwa I.

Edukasi diberikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Pesan utamanya tegas: keselamatan harus menjadi yang utama ketika berada di jalan.

Para siswa diingatkan agar tidak berjalan di tengah jalan. Saat berjalan kaki, mereka diminta menggunakan trotoar atau bahu jalan dengan tetap memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.

Untuk menyeberang jalan, anak-anak diajarkan kebiasaan penting: berhenti, lihat kiri, lihat kanan, kemudian lihat kiri lagi* sebelum menyeberang. Mereka juga diingatkan untuk memilih tempat penyeberangan yang aman, seperti zebra cross.

Polisi juga mengingatkan agar anak-anak tidak menjadikan jalan raya sebagai tempat bermain*. Kejar-kejaran, bermain bola maupun bermain layang-layang di jalan dinilai berbahaya karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Pesan keselamatan juga diarahkan kepada anak-anak yang menjadi penumpang kendaraan. Saat dibonceng sepeda motor, anak-anak diingatkan untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI. Sementara ketika berada di dalam mobil, penggunaan sabuk pengaman wajib dilakukan. Polisi juga memberikan pemahaman mengenai bahaya menjadi penumpang tiga orang dalam satu sepeda motor.

Selain aturan dasar, siswa diperkenalkan kembali dengan arti rambu dan lampu lalu lintas. Lampu merah berarti berhenti, lampu kuning berarti hati-hati, lampu hijau berarti jalan, dan zebra cross adalah tempat penyeberangan pejalan kaki.

Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan di dalam kelas. Anak-anak didorong untuk menerapkannya saat berangkat maupun pulang sekolah sehingga keselamatan mereka lebih terjamin.

Bagi pihak sekolah, pemahaman siswa terhadap keselamatan berlalu lintas juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertib sekaligus meringankan tugas guru dalam mengawasi anak-anak.

Kegiatan sosialisasi berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari Kepala SDN Uwa I, para guru, serta siswa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan secara ringan dan interaktif, termasuk melalui yel-yel agar pesan keselamatan lebih mudah diterima.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SDN Uwa I bersama para guru, Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, serta anggota Satuan Lalu Lintas Polres Sikka.

Pesan yang dibawa sederhana, tetapi penting untuk ditanamkan sejak dini: kenali aturan, disiplin di jalan, dan utamakan keselamatan*.

*Laporan: Karel*

 


Spread the love