
Sumbawa Besar, bidikankameranews.com –
Upaya memperkuat karakter kebangsaan di kalangan generasi muda kembali dilakukan melalui kegiatan sarasehan kebangsaan bertajuk “Sekolah sebagai Laboratorium Karakter Kebangsaan” yang digelar di Aula SMP Negeri 1 Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (6/3) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Sarasehan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Badan Anggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., serta Direktur MY Institute, Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Sumbawa Wisnu Pujanadi, S.Pd., para guru, serta ratusan siswa dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 3 Sumbawa yang mengikuti kegiatan secara aktif.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada pelajar sejak dini, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks. Melalui kegiatan ini, para pelajar diperkenalkan kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang terkandung dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pemaparannya, H. Johan Rosihan, S.T., M.H menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, pembentukan karakter kebangsaan harus dilakukan sejak dini melalui pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga nilai moral dan kebangsaan.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang berdiri di atas keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Para pendiri bangsa mampu menyatukan berbagai perbedaan tersebut dalam satu tujuan besar, yakni kemerdekaan dan persatuan Indonesia. Oleh sebab itu, sikap toleransi, persatuan, serta penghargaan terhadap perbedaan harus terus ditanamkan kepada generasi muda.
Ia juga menjelaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai moral yang dapat membentuk karakter generasi muda, seperti integritas, empati, solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh para pelajar dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Direktur MY Institute, Dr. Miftahul Arzak, menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran karakter bagi generasi muda. Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan kepribadian dan nilai-nilai kebangsaan.
Ia menambahkan bahwa sekolah dapat berperan sebagai laboratorium karakter kebangsaan, di mana para siswa belajar mempraktikkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai aktivitas pendidikan, interaksi sosial, serta kegiatan yang membangun semangat persatuan dan kebersamaan.
Kegiatan sarasehan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi, dialog bersama narasumber, serta kuis kebangsaan yang melibatkan para siswa secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya para siswa dalam mengikuti diskusi dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami konsep Empat Pilar MPR RI secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, generasi muda diharapkan dapat menjadi generasi yang memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat serta mampu menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di masa depan. (*)













