Sabung Ayam di Mataram Kian Meralela Diduga Dilindungi Oknum Polisi dan LSM, Kian Terang-terangan di Medsos

*MATARAM*, bidikacameranews.com – Praktik judi sabung ayam di Kota Mataram kian meresahkan. Meski sudah didemo mahasiswa dan dilaporkan sejumlah LSM ke Polda NTB, aktivitas ilegal itu justru makin terang-terangan. Para pelaku kini berani mengunggah “gocekan” ayam aduan di Facebook, Instagram, hingga X, seolah menantang aparat.
Fenomena ini bukan hal baru. Berdasarkan keterangan sejumlah mantan bandar, sabung ayam sudah berlangsung bertahun-tahun di Mataram dan diduga mendapat “beking” dari oknum polisi. Praktik setoran harian disebut menjadi sumber pendapatan tetap bagi oknum tersebut.
*Dugaan Setoran “Atensi” Harian Capai Jutaan Rupiah*
Seorang mantan bandar yang enggan disebutkan namanya mengungkap adanya uang “atensi” wajib setor setiap hari ke oknum polisi lewat perantara di lapangan. Nominalnya disebut mencapai jutaan rupiah per hari, tanpa memedulikan kondisi ramai atau sepi pengunjung.
“Mereka tidak mau tahu, tetap harus setor sesuai kewajiban,” ujarnya.
Tak hanya ke oknum polisi, setoran juga disebut mengalir ke oknum LSM dan wartawan. Sistem “satu pintu” membuat seluruh jalur pengamanan, mulai dari polsek, polres, hingga Polda, diklaim sudah “diamankan”. Dengan begitu, aktivitas judi bisa berjalan lancar.
*Dampak ke Masyarakat*
Mararnya sabung ayam dinilai merugikan warga berlapis. Selain merusak moral generasi muda, judi ini memicu kriminalitas lain seperti tawuran hingga jeratan utang-piutang. Data Kepolisian NTB mencatat ratusan kasus terkait judi adu ayam sejak 2024, namun razia disebut jarang menyentuh bandar besar.
Kondisi ini memunculkan dugaan kegagalan penegakan hukum yang sistemik, di mana praktik korupsi justru melindungi pelaku.
*Tuntutan Penindakan Tegas*
Sejumlah pihak mendesak Pemerintah Kota Mataram dan Polda NTB mengambil langkah konkret. Beberapa usulan yang mengemuka:
– *Audit internal*: Periksa dugaan keterlibatan anggota di semua tingkatan.
– *Satgas khusus anti-judi*: Libatkan unsur independen agar penindakan tidak tebang pilih.
– *Transparansi publik*: Buka kanal pengaduan dan laporkan hasil razia secara berkala ke masyarakat sipil.
Tanpa langkah tegas, Mataram dikhawatirkan terus dicap sebagai kota yang tunduk pada mafia judi. “Sudah saatnya bukan hanya demo, tapi tuntut akuntabilitas pejabat yang seharusnya melindungi rakyat,” kata salah satu aktivis di Mataram.
Hingga berita ini ditulis, Polda NTB belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum dalam praktik sabung ayam tersebut.













