‘ NTB Mendunia ‘, Inilah Proyek Gagal Provinsi NTB, Proyek Long Segmen Lunyuk – Lenangguar Menelan Anggaran 19 Milyar Diduga Syarat Permainan Saat Tender

Sumbawa NTB, bidikancameranews.com – Kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan proyek jalan Provinsi NTB yang bernilai puluhan miliar rupiah sering menjadi sorotan, terutama karena dampaknya pada infrastruktur publik dan pemborosan uang rakyat.
Telan puluhan miliar rupiah, proyek ini belum selesai dikerjakan sesuai kontrak?
Hasil sementara investigasi tim Gabungan Jurnalis Investigasi NTB bidikancaneranews.com, bahwa Proyek pengerjaan segmen Lunyuk – Lenangguar di Kabupaten Sumbawa melalui APBD 1 Provinsi NTB yang menelan anggaran 19 Milyar dapat dikatakan gagal, Proyek yang dijadwalkan tuntas pada 31 Desember 2025 itu mendapatkan adendum 50 hari terhitung sejak 1 Januari 2026, dan adendum berakhir Jum’at lalu
Diketahui, proyek dengan anggaran puluhan milyar berasal dari pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut bersumber dari APBD 1 Provinsi NTB yang dikerjakan oleh Kontraktor PT Amar Jaya Perkasa (AJP) selaku pelaksana namun memindahkan proyek tersebut ke pihak lain ditengah jalan.
Dari pantauan wartawan di lokasi pekerjaan, pihak rekanan belum berhasil dikonfirmasi apa penyebab pekerjaan tersebut belum selesai hingga tanggal kontrak berakhir, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) lebih memilih bungkam saat dihubungi media
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Rahim, S.T, angkat bicara mengenai kondisi proyek long segment jalan Lunyuk – Lenangguar dengan kontrak Rp19 miliar yang dinilai semakin memprihatinkan. Meski telah diberikan tambahan waktu (adendum) selama 52 hari, PT. AJP selalu pelaksana pengerjaan proyek vital tersebut justru dilaporkan jalan di tempat alias gagal.
” saya mendengar informasi bahwa progres fisik masih di angka 50%, sementara isu yang beredar pencairan anggaran sudah mencapai 70%. Kami di Komisi IV akan segera berkoordinasi untuk memanggil dinas terkait guna meminta klarifikasi resmi,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa, pengawasan ketat akan terus dilakukan agar uang negara digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Dari awal tender sudah menunjukan sejumlah kejanggalan serius dalam proses tender proyek tersebut, tidak hanya menunjukkan lemahnya verifikasi teknis, tetapi juga mengarah pada dugaan bahwa keputusan pemenangan PT. AJP tidak berdasarkan prosedur yang seharusnya dijalankan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan.
Kejanggalan yang muncul bukan lagi kesalahan teknis, melainkan indikasi kuat adanya penyimpangan prosedur yang berpotensi merugikan negara dan merusak integritas sistem pengadaan. Kuat dugaan bahwa, verifikasi pemilik AMP dinilai bermasalah dan tidak profesional.
Sementra sebuah Akun Facebook bernama Uki Kifli merekam detik-detik kejadian melalui akun resmi pribadinya sekira 22 jam yang lalu di Jalur Selatan Lunyuk – Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Terpantau JEJAKNTB Dalam postingannya secara reel fyp dan live itu Uki Kifli merekam sebuah Truk pengangkut jagung kembali terguling di jalur lingkar selatan Lunyuk – Lenangguar, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 23 Pebruari 2026.
Truk tersebut terguling karena terperosok ke dalam lubang jalan yang dalam, menyebabkan muatan jagung di atasnya tumpah dan berserakan diatas kondisi jalan becek.
Warga sekitar lokasi menuturkan, ini adalah kejadian kedua dalam minggu ini setelah sebelumnya truk pengangkut jagung juga mengalami nasib serupa. Kondisi jalan di jalur ini rusak berat dan sering kali genangan air menutupi lubang, sehingga menyulitkan pengemudi truk bertonase berat.
Kekhawatiran masyarakat, kepala desa, serta camat setempat kini menjadi nyata, terkait distribusi hasil petani dan nelayan bakal terkendala apalagi ini musim hujan benar – benar terjadi.
Proyek penanganan long segment ruas Jalan Lenangguar–Lunyuk dengan anggaran Rp19 miliar yang tidak tuntas dan kini menjadi trending topik dimana-mana dan mulai memakan korban. Kini sejumlah kendaraan terpantau terparkir mengular di jalan lintas Lunyuk Lenangguar yang belum tuntas itu. ( GJI NTB )













