Gema Pangan Herbal : Kampus Kolaborasi Atasi Kemiskinan Lewat Pekarangan

Sumbawa, bidikankameranews.com – Fakultas Ilmu dan Teknologi Pertanian (FITP) bersama Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati (FITH) tengah menyiapkan Program Gema Pangan Herbal yang berfokus pada pengkajian strategi penanggulangan kemiskinan melalui pemanfaatan pekarangan untuk komoditi pangan.
Program ini lahir dari keprihatinan atas persoalan kemiskinan yang masih menjadi sumber masalah ekonomi, gizi, serta pola pikir masyarakat.
Selama lima bulan ke depan, tim akan menyasar 250 kepala keluarga dari kelompok Desil 1 dan Desil 2 di sekitar Kecamatan Moyo Hulu. Melalui program ini, para peneliti ingin mengetahui bagaimana tingkat dan pola pemanfaatan pekarangan masyarakat saat ini, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keberhasilan pemanfaatan pekarangan untuk komoditi pangan, serta strategi apa yang paling efektif untuk menanggulangi kemiskinan berbasis pekarangan.
Ekspose awal Program Gema Pangan Herbal telah digelar di kantor BAPPERIDA pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), beberapa camat, serta aparatur desa, yang menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap program ini.
Program Gema Pangan Herbal juga melibatkan peneliti sekaligus akademisi dari berbagai kampus di Kabupaten Sumbawa, yaitu Universitas Samawa (UNSA), Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), dan STIKES Griya Husada. Kolaborasi ini diharapkan mampu memantik semangat pemanfaatan pekarangan, mendorong kemandirian ekonomi keluarga, serta membantu masyarakat mencapai gizi yang lebih sehat. (*)
