Empat Petahana Tumbang di Pilkades Serentak Sumbawa Barat, Dari 21 Desa yang Gelar E-Voting

file_0000000066a08211b204b7580dccb7df
Spread the love

Empat Petahana Tumbang di Pilkades Serentak Sumbawa Barat, Dari 21 Desa yang Gelar E-Voting

TALIWANG NTB, bidikancameranews.com – Hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumbawa Barat yang digelar Minggu, 27 Oktober melalui sistem e-voting menghadirkan kejutan. Dari 21 desa yang melaksanakan pemilihan, tercatat empat calon petahana tumbang dan gagal mempertahankan jabatannya.

Empat petahana yang tumbang tersebut adalah Petahana Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano, Petahana Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano, Petahana Desa Rarak Rungis Kecamatan Brang Rea, dan Petahana Desa Mura Kecamatan Brang Ene. Kekalahan mereka menjadi catatan penting dalam pesta demokrasi tingkat desa tahun ini.

Padahal, pada Pilkades serentak kali ini tercatat ada delapan calon petahana yang kembali maju untuk bertarung. Mereka adalah 1. Desa Kokarlian Kecamatan Poto Tano, 2. Desa Tambak Sari Kecamatan Poto Tano, 3. Desa Tebo Kecamatan Poto Tano, 4. Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano, 5. Desa Mura Kecamatan Brang Ene, 6. Desa Rarak Rungis Kecamatan Brang Rea, 7. Desa Sermong Kecamatan Taliwang, dan 8. Desa Tepas Sepakat Kecamatan Brang Rea.

Artinya, dari delapan petahana yang maju, hanya empat yang berhasil selamat dan kembali terpilih, sementara empat lainnya harus mengakui keunggulan calon penantang. Persentase kekalahan petahana mencapai 50 persen, menunjukkan persaingan yang sangat kompetitif.

Di Kecamatan Poto Tano, dua petahana sekaligus tumbang yakni Tambak Sari dan Tua Nanga. Warga di dua desa tersebut tampaknya menginginkan pergantian kepemimpinan dan penyegaran program pembangunan desa yang lebih pro-rakyat.

Sementara itu di Kecamatan Brang Rea dan Brang Ene, kekalahan Petahana Desa Rarak Rungis dan Desa Mura juga disambut antusias oleh masyarakat. Isu perubahan dan harapan akan pemimpin baru yang lebih dekat dengan warga menjadi faktor dominan yang membuat penantang menang.

Panitia Pilkades tingkat Kabupaten Sumbawa Barat menyebutkan pelaksanaan e-voting di 21 desa berjalan aman, lancar, dan kondusif. Sistem e-voting dinilai berhasil menekan potensi kecurangan dan mempercepat proses rekapitulasi suara di tingkat TPS.

Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkades serentak kali ini juga terbilang tinggi, rata-rata di atas 80 persen. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat desa yang sangat besar dalam menentukan pemimpinnya untuk enam tahun ke depan.

Dengan berakhirnya Pilkades, pemerintah kabupaten berharap tidak ada lagi sekat dan pengelompokan warga pasca pemilihan. Baik pendukung petahana maupun penantang diharapkan kembali bersatu untuk membangun desa.

Kini masyarakat menanti pelantikan kepala desa terpilih. Para kades baru diharapkan mampu membawa inovasi, transparansi anggaran desa, serta program-program yang benar-benar menyentuh kesejahteraan masyarakat, sesuai janji kampanye mereka.


Spread the love