Antrian Panjang Yang Sering Terjadi Di Pel.Kayangan – Poto Tano, Pihak Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab

Spread the love

Antrian Panjang Yang Sering Terjadi Di Pel.Kayangan – Poto Tano, Pihak Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab

Poto Tano NTB, bidikancameranews.com -adwal penyeberangan lintas Kayangan – Pototano saat ini beroperasi dengan sistem pelayaran padat namun tetap berjalan.

Kemacetan panjang yang terus berulang di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kini menjadi sorotan tajam. Kondisi kronis ini dinilai telah menjadi persoalan serius yang merugikan masyarakat, sopir angkutan, hingga menghambat urat nadi distribusi logistik antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

Apa Kendalanya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. Ervan Anwar, M.M., kepada media melalui Watshap pada Rabu ( 01 / 07 ), mengakui bahwa akhir- akhir ini ada keluhan memang ada , informasi dari ASDP selaku pengelola pelabuhan dan teman- teman operator di lapangan , hal ini disebabkan oleh faktor teknis seperti adanya kebocoran pipa BBM di dermaga 2 serta nonteknis terkait cuaca. Sehingga kami melalui Dinas Perhubungan sempat meminta untuk (jangka pendek) dilakukan percepatan bongkar muat, penambahan RPM dan ekstra kapal untuk mengurai kemacetan dan antrian.

Jangka panjangnya kami sudah minta ASDP melakukan penambahan dermaga dari 2 menjadi 3 dermaga di masing masing pelabuhan. ” Mohon doa dan dukungan semua pihak agar masalah ini bisa teratasi. Terkait manifest, kami ucapkan terima kasih atas hasil investigasinya dan tentunya ini akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi kami dengan KUPP kementerian perhubungan ” katanya singkat.

Sementara dari GM ASDP Kayangan
Erlisetya Wahyudi saat dikonfrmasi mengatakan, kalau pihak ASDP tupoksinya menyiapkan sarana dan prasarana pelabuhan termasuk pelabuhan sandar bongkar muat kapal, memang diakui saat ini aktivitas mobilitas penyebarangan Kayangan – Poto Tano atau sebaliknya semakin tinggi, dan kami dari ASDP sudah mengusulkan untuk penambahan Dermaga Sandar Bongkar Muat yaitu di Pelabuhan kayangam dan Poto Tano ” saat ini ada masing- masing 2 dermaga dipelabuhan kayangan dan poto tano, memang dengan kondisi saat ini harus ada penambahan 1 dermaga, kami sudah usulkan ke ASDP PUSAT ” kata Erlis

Terkait sering terjadinya antrian, menurut Erlis harus pihak terkait melalukan evaluasi penataan Sekarang ke penataan dan jadwal kapal Serta kecepatan kapal kapal itu yang perlu dilakukan evaluasi oleh Dinas Terkait

Sering terjadi lamanya antrian naik kapal hingga berjam jam yang sudah terjadi beberapa hari baik di kayangan maupun poto tano, hal ini dibantah keras oleh Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuhan Lombok (Syahbandar Kayangan) saat ini dijabat oleh La Ode Wilo, S.T., M.PW.,melalui sesuler pada rabu ( 01/07 )

” tidak ada antrian penumpang di pelabuhan kayangan dan poto tano, semua lancar dan terkendali ” bantah La Ode.

Terkait dokumen manifest kapal yang informasi sering lambat dikeluarkan, menurut La Ode bahwa pihak Unit Penyelenggara Pelabuhan tidak akan menerbitkan Manifest kapal apabila bellum ada laporan resmi dari Nahkoda kapal jumlah penumpang dan kendaraan

” Manifest kapal penumpang adalah dokumen resmi yang mencatat daftar lengkap identitas seluruh penumpang yang berada di atas kapal. Dokumen ini bersifat wajib dan sangat krusial untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan perlindungan hak-hak penumpang selama pelayaran berlangsung ” kata La Ode

Setelah adanya laporan data lengkap penumpang kapal, baru pihak Syahbandar mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar ( SPB ).

Ada perbedaan Kantor UNIT PENYELENGGARA PELABUHAN DENGAN SYAHBANDAR, dalam keterangan La Ode menjelaskan kalau Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuhan Lombok KUPP singkatan dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, yaitu Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Perhubungan yang bertugas mengelola, mengatur, dan mengawasi pelabuhan yang belum diusahakan secara komersial.

Tugas dan Fungsi Utama adalah Keselamatan Pelayaran, Memastikan kelancaran, keamanan, dan keselamatan kapal yang bersandar maupun berlayar. Menyediakan dan memelihara kolam pelabuhan, alur pelayaran, penahan gelombang, serta sarana bantu navigasi.Layanan Kepelabuhanan: Menjamin kelancaran arus barang, hewan, dan penumpang serta Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap tarif jasa pelabuhan.

Sedangkan Syahbandar adalah pejabat pemerintah di pelabuhan yang diangkat oleh Menteri Perhubungan dan memiliki kewenangan tertinggi untuk mengatur serta mengawasi keselamatan dan keamanan pelayaran, ketertiban lalu lintas kapal, dan penerbitan dokumen pelayaran.

Tugas utama Syahbandar meliputi beberapa fungsi pokok sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia:Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB): Memastikan kapal telah memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal, dokumen lengkap, dan manifes muatan sebelum diizinkan berangkat.

Sebagai Pengawasan Kelaiklautan Kapal: Memeriksa kelayakan fisik kapal, mesin, dan alat keselamatan (seperti sekoci dan pelampung).Keselamatan dan Keamanan Pelayaran: Mengawasi kegiatan alih muat di perairan, pemanduan, penundaan kapal, serta aktivitas bongkar muat barang khusus/berbahaya (B3).Ketertiban di Perairan Pelabuhan: Mengawasi tertib lalu lintas kapal dan alur pelayaran agar tidak terjadi insiden.

Masalah klasik yang sering terjadi kalau ada insiden kecil adalah saling lempar tanggung jawab antara pihak otoritas pelabuhan (seperti ASDP) dan Dishub NTB sebagai regulator daerah , KUPP Maupun Syahbandra terkait antrean panjang di lintas penyeberangan Kayangan – Poto Tano sering kali disebabkan oleh beberapa akar masalah yang tidak kunjung usai.

– Faktor utama yang memicu kemacetan ini meliputi:Keterbatasan Dermaga: Minimnya jumlah dermaga yang beroperasi menyebabkan lambatnya bongkar muat kapal, terutama saat lonjakan volume kendaraan terjadi.
– Gangguan Sistem Tiket: Kendala pada sistem e-ticketing atau pemeliharaan server sering menghambat proses manifest dan registrasi penumpang di pelabuhan.
– Lonjakan Insidental: Penumpukan sering kali terjadi tidak hanya karena jadwal kapal, kekurangan dermaga tambat , proses Surat Persetujuan Berlayar yang lambat, Jadwal berangkat kapal yang sering molor, waktu berlayar yang lama karena kondisi kapal yaang sudah tua dan tidak laik jalan namun dipaksakan berlayar, dan hal – hal lain diluar insiden.

DPRD maupun organisasi seperti Organda NTB sering menuntut agar manajemen pelabuhan dan otoritas terkait segera mengevaluasi kelayakan dermaga serta memperbaiki koordinasi pelayanan.

Jadwal penyeberangan lintas Kayangan – Pototano saat ini beroperasi dengan sistem pelayaran padat namun tetap berjalan. Ketidakpastian jadwal sering terjadi akibat lonjakan volume kendaraan logistik di akhir pekan, antrean sistemik, atau kebijakan buka-tutup sementara dari syahbandar demi keselamatan cuaca. ( Reporter Edi )

 


Spread the love