HUT TNI ke-81: Kodim 1603/Sikka Tanam Bakau, Lawan Abrasi
HUT TNI ke-81: Kodim 1603/Sikka Tanam Bakau, Lawan Abrasi

MAUMERE, Bidikancamera — Pengabdian TNI tak selalu soal senjata dan pertahanan. Di pesisir Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Kodim 1603/Sikka memilih menanam bakau sebagai cara lain menjaga rakyat dan ruang hidup mereka.
Aksi penghijauan tersebut digelar Rabu (9/9/2026), menyambut HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Personel Kodim 1603/Sikka bersama Lanal Maumere, Basarnas, Persit KCK Cabang XIV Dim 1603/Sikka dan masyarakat turun langsung menanam bakau di kawasan pesisir.
Kegiatan dipimpin Kasdim 1603/Sikka, Mayor Cba Dominggus Melianus Atamani.
Di balik penanaman bibit-bibit bakau itu, ada ancaman yang tak kasatmata tetapi nyata: abrasi yang terus menggerus pesisir.
Bakau menjadi benteng alami yang mampu meredam hantaman gelombang, menahan laju abrasi sekaligus menjadi habitat berbagai biota. Keberadaannya juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Kasdim 1603/Sikka menegaskan, peringatan HUT TNI tidak semestinya berhenti pada seremoni. Momentum tersebut harus diterjemahkan menjadi aksi yang manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat.
“Melalui kegiatan penanaman bakau ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengabdian TNI. Hutan bakau memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir dari abrasi serta mempertahankan keseimbangan ekosistem,” ujar Dominggus.
Menurutnya, menjaga bakau bukan pekerjaan pemerintah atau aparat semata. Masyarakat pesisir justru menjadi garda terdepan dalam memastikan kawasan tersebut tetap hidup.
Karena itu, penanaman hari ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis. Bibit yang sudah ditanam harus dirawat, dijaga dan dipastikan tumbuh.
Sebab, bakau yang tumbuh hari ini adalah perlindungan bagi pesisir di masa depan.
Dari Reroroja, Kodim 1603/Sikka mengirim pesan sederhana: TNI hadir bukan hanya ketika negara menghadapi ancaman, tetapi juga ketika alam dan ruang hidup rakyat membutuhkan perlindungan.
(Karel)
