Aparat Juga Takut ” Demi Tugas Takut Itu Hilang “

file_00000000d4988211abaa4f0c529bd478
Spread the love

Aparat Juga Takut ” Demi Tugas Takut Itu Hilang “

MAUMERE, Bidikancamera — Mereka berdiri di tengah warga yang ketakutan. Mereka diminta menenangkan kepanikan, memberi rasa aman, dan memastikan situasi tetap terkendali. Tetapi ada satu kenyataan yang sering terlupakan: ” Polwan juga takut “.,
Ketika gempa susulan masih mengguncang dan trauma belum hilang dari benak masyarakat, para Polisi Wanita (Polwan) tetap turun menjalankan tugas. Mereka tidak punya banyak pilihan. Seragam yang dikenakan menuntut mereka tetap tegak, bahkan ketika hati sendiri belum sepenuhnya tenang.
Hal tersebut disampaikan IPTU Ny. Fitri Bambang, Rabu (9/9/2026) di Maumere.

Menurut Fitri, kehadiran polisi di tengah masyarakat pascagempa bukan hanya soal menjalankan tugas. Kehadiran personel juga dibutuhkan untuk mengembalikan rasa aman warga yang masih dihantui ketakutan akibat guncangan susulan.

“Saat masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akibat gempa susulan, kita perlu hadir di tengah mereka untuk memberikan ketenangan dari rasa takut mereka,” ujar Fitri.
Namun, di balik ketegaran itu, ada kecemasan yang harus mereka simpan.

Saat seorang Polwan menenangkan warga, pikirannya bisa saja tertuju kepada rumah.
Anaknya aman? Suaminya selamat? Orang tuanya baik-baik saja? Rumah masih berdiri?
Tidak ada yang tahu berapa banyak pertanyaan seperti itu yang mereka bawa ketika bertugas.

Masyarakat membutuhkan mereka di lapangan. Sementara keluarga juga menunggu kepulangan mereka. Di situlah pengabdian seorang Polwan berada pada titik paling berat: menenangkan orang lain ketika dirinya sendiri sedang dilanda kecemasan.
Mereka tetap bekerja. Tetap tersenyum. Tetap memberi arahan. Tetap berdiri ketika warga membutuhkan perlindungan. Bukan karena mereka tidak memiliki rasa takut. Tetapi karena tugas memaksa mereka untuk menempatkan kepentingan masyarakat di depan kegelisahan pribadi.

Karena itu, ketangguhan Polwan tidak semestinya diukur dari seberapa pandai mereka menyembunyikan rasa takut.
Berani bukan berarti tidak takut. Kuat bukan berarti tidak lelah. Personel yang setiap hari berhadapan dengan kepanikan masyarakat juga bisa mengalami tekanan psikologis. Mereka yang diminta menguatkan korban juga membutuhkan dukungan.

Mereka yang mendengar tangisan warga juga perlu didengar.

Mereka yang menjaga masyarakat juga perlu dijaga.

Karena itu, kepedulian terhadap sesama personel menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi pascabencana. Jangan biarkan seorang anggota menghadapi tekanan seorang diri.

Tanyakan kabarnya. Dengarkan ketika ia mulai lelah. Berikan dukungan ketika kecemasan mulai membebani.
Sebab di balik seragam yang berdiri tegak itu ada seorang manusia. Ada seorang ibu. Ada seorang istri. Ada seorang anak. Ada keluarga yang juga menunggu dan berharap mereka pulang dengan selamat.

Gempa mungkin akan berhenti.
Tetapi tugas belum tentu selesai.

Dan selama masyarakat masih membutuhkan rasa aman, para Polwan akan tetap berdiri.
Bukan karena mereka tidak takut.
Tetapi karena mereka memilih tetap hadir, meski rasa takut itu juga mereka bawa.
Polri Untuk Masyarakat. One Police Woman, Extraordinary Impact.( karel)


Spread the love