DOKTER MUDA TURUN GUNUNG! KADIKES KSB SAMBUT ANGKATAN II INTERNSHIP, GAS POL KSB MAJU KESEHATAN ” GRATIS SAMPAI RUMAH! Kadinkes KSB Perkenalkan KSB Maju Kesehatan ke Dokter Internship “

Spread the love

DOKTER MUDA TURUN GUNUNG! KADIKES KSB SAMBUT ANGKATAN II INTERNSHIP, GAS POL KSB MAJU KESEHATAN ” GRATIS SAMPAI RUMAH! Kadinkes KSB Perkenalkan KSB Maju Kesehatan ke Dokter Internship “

Sumbawa Barat, bidikancameranews.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., bersama jajaran Dinas Kesehatan, RSUD Asy-Syifa’, UPTD Puskesmas, dan dokter pendamping menyambut kehadiran peserta Program Internship Dokter Indonesia Angkatan II Tahun 2026, Jumat (26/06/2026).

Dalam kesempatan tersebut, para dokter internship diperkenalkan dengan berbagai isu kesehatan prioritas di Kabupaten Sumbawa Barat serta Program KSB Maju Kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan.

Program KSB Maju Kesehatan merupakan salah satu pilar utama dari Kartu Sumbawa Barat Maju yang dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat untuk memberikan akses kesehatan yang cepat, tanggap, gratis, dan merata bagi seluruh masyarakat.Layanan unggulan yang disediakan dalam program ini meliputi:

– TRC Ambulans Puskesmas: Layanan jemput pasien yang menjangkau langsung hingga ke rumah dan ambulans rujukan gratis untuk pasien IGD/rawat inap ke RSUD Asy-Syifa’ maupun rumah sakit di luar daerah KSB.

– Bantuan Biaya Pendampingan: Bantuan dana sebesar Rp1.500.000 untuk pendampingan pasien rujukan berobat ke Mataram, yang pencairannya dapat diproses pada hari yang sama.

– Pemulangan Jenazah: Fasilitas ambulans gratis dan bantuan biaya pemulangan dari fasilitas kesehatan menuju rumah duka di wilayah KSB.Aplikasi KSB Maju Kesehatan: Sistem digital yang terintegrasi untuk mempercepat dan mempermudah pelaporan serta pemantauan layanan kesehatan.

– Pendampingan Pasien Khusus: Layanan jemput bola dari petugas (Sekretariat KSB Maju) langsung ke rumah warga untuk aktivasi kartu, khusus bagi pasien dengan kondisi sakit keras.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dr.Carlof, M.MRS, MQM didampingi oleh Kabid Kesmas Sulastri SKM, Kasubag Umum dan Kepegawaian Syahril Adiansyah, SIP, Kepala Puskesmas Taliwang Ns. Kurniawan, S.Kep, Kepala Puskesmas Maluk, Bdn. Umi Nasikah, S.ST, Kasie Yanmed RSUD Asy-Syifa, Ns. Martina Hayati, S.Kep. dan dokter pendamping menyambut dengan hangat kehadiran para dokter magang di bumi Pariri Lema Bariri ini.

Kehadiran ini adalah momen yang Ditunggu –  tunggu. Sumbawa Barat membutuhkan dokter-dokter muda yang bersemangat.

dr Carlof dalam pemaparannya menggambarkan situasi kesehatan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat saat ini. Bukan untuk bersantai, tetapi agar para dokter memahami medan yang akan dihadapi dan memahami betapa berartinya peran yang akan dijalankan.

1.kerdil.

Kabupaten Sumbawa Barat masih bergulat dengan masalah gizi kronis pada balita. Per Februari 2026, prevalensi stunting kami tercatat 6,63 persen. Angka ini terus kami tekan melalui program PMT dan PKMK bagi balita se-Kabupaten Sumbawa Barat, dukungan lintas sektor, dan intervensi gizi di tingkat posyandu. Namun stunting bukan hanya soal makanan. Ia bermula dari kehamilan, dari ibu anemia, dari pola asuh, dari sanitasi.

2.Tuberkulosis.

TBC masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Penemuan kasus aktif, kepatuhan pengobatan, dan angka sukses terapi adalah tiga hal yang terus kami kejar. Kami mendorong agar tidak ada satu pun kasus yang luput dari deteksi. Kepala Dinas berharap para dokter akan menjadi ujung tombak penemuan kasus di wilayah kerja masing-masing puskesmas.

3.Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Kematian ibu di Kabupaten Sumbawa Barat menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Namun, kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila pelayanan antenatal dilaksanakan dengan baik dan komplikasi ditangani dengan cepat. Setiap satu kematian ibu dan satu kematian bayi tetap menjadi duka bersama. Tidak ada angka yang terlalu kecil untuk diabaikan ketika yang dimaksud adalah nyawa manusia. AKI dan AKB merupakan indikator kesejahteraan suatu daerah. Kita tidak bisa mengatakan bahwa pelayanan kesehatan yang kami berikan berkualitas apabila AKI dan AKB masih tinggi.

4.HIV.

Skrining HIV terus kami perlukan, khususnya pada ibu hamil, pasien TBC, dan kelompok berisiko. Upaya ini bertujuan memutus rantai penularan dan memastikan setiap Orang dengan HIV mendapatkan terapi ARV sesegera mungkin. Saudara-saudari akan berperan dalam proses konseling, deteksi, dan pendampingan pasien di tingkat layanan primer.

5.Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Saat ini capaian CKG Kabupaten Sumbawa Barat baru mencapai 19,6 persen, sementara target tahun 2026 adalah 46 persen. Artinya masih ada jarak yang besar antara di mana kita berada dan di mana kita harus tiba. Para dokter akan menjadi bagian penting dalam upaya menjangkau mereka di tingkat puskesmas guna nantinya kita mendapatkan peta kesehatan di Sumbawa Barat.

dr Carlof juga memperkenalkan kepada salah satu program daerag unggulan yang sedang kami jalankan, yaitu Program KSB Maju Kesehatan. Program ini lahir dari kesadaran bahwa akses terhadap layanan kesehatan bukan hanya soal ada atau tidaknya fasilitas, tetapi soal seberapa cepat dan seberapa mudah masyarakat dapat menjangkaunya.

Program KSB Maju Kesehatan memiliki empat pilar utama.

Pertama, Layanan TRC Ambulans Berbasis Puskesmas, yang menghadirkan respons cepat di tingkat layanan primer.

Kedua, Layanan Bantuan Ambulans Rujukan Gratis, untuk memastikan tidak ada pasien yang tertunda dirujuk karena alasan biaya transportasi.

Ketiga, Penyaluran Bantuan Biaya Pendamping Pasien Rujukan Rawat Inap, sebuah dukungan nyata bagi keluarga yang harus menemani anggota keluarga mereka berobat ke luar daerah.

Keempat, Layanan Ambulans Pemulangan Jenazah dari Luar Daerah, sebuah layanan kemanusiaan yang memastikan warga Sumbawa Barat yang wafat di perantauan dapat kembali ke keluarganya dengan kondisi baik.

Program capaian ini sampai dengan 21 Juni 2026 berbicara sendiri. TRC Ambulans berbasis puskesmas telah melayani 17.233 kunjungan dari 10 puskesmas sejak Januari 2026. Tren kunjungan terus meningkat signifikan setiap bulannya, dengan puncak tertinggi pada bulan Mei mencapai 4.211 kunjungan. Jika dibandingkan dengan seluruh tahun 2025 yang tercatat 6.609 kunjungan, angka tahun 2026 ini menunjukkan penayangan yang luar biasa. Ini bukan sekedar angka layanan. Ini adalah bukti bahwa masyarakat mulai percaya dan memanfaatkan puskesmas sebagai garda terdepan kesehatan mereka.

Selain itu, sebanyak 755 pasien telah menerima bantuan biaya pendamping rujukan rawat inap senilai total Rp1.132.500.000. Dan sebanyak 64 jenazah telah dipulangkan dari rumah sakit luar daerah ke Kabupaten Sumbawa Barat.

Data kunjungan TRC juga membuka mata kita. Dari 10 diagnosis terbanyak, hipertensi menempati urutan pertama dengan 25,31 persen, diikuti diabetes melitus 14,50 persen, dan penyakit ginjal kronik 7,22 persen. Ini adalah gambaran nyata beban penyakit yang tidak menular di masyarakat kita. Penyakit-penyakit ini tidak dapat dikendalikan. Tapi hanya jika ditemukan lebih awal, ditangani secara konsisten, dan pasiennya didampingi dengan baik.

” Perkembangan peran para dokter menjadi sangat strategis. Saya berharap, bahwa para dokter dapat menjadi bagian dalam program ini agar dapat melihat masyarakat kita secara langsung di lingkungan tempat tinggalnya ” harap Carlof

Program Magang Dokter Indonesia adalah fase yang tidak bisa diulang. Kemajuan ilmu yang selama ini ada di kepala bertemu dengan kenyataan yang ada di hadapan. Kepala Dinas menyampaikan beberapa hal yang diharapkan selalu diingat selama menjalani masa magang ini.

Pertama, hadirlah sepenuhnya. Masyarakat Sumbawa Barat tidak membutuhkan dokter yang hanya datang secara fisik. Mereka membutuhkan dokter yang mau mendengar, yang sabar, dan yang tidak terburu-buru pergi sebelum pasiennya benar-benar mengerti.

Kedua, deteksi dini adalah senjata utama. Sebagian besar masalah kesehatan yang kita hadapi, mulai dari stunting hingga TBC hingga HIV, dapat dicegah atau dikendalikan jika ditemukan lebih awal. Dokter adalah garda pertama. Jangan lewatkan satu pun kesempatan untuk melakukan skrining dan konseling.

Ketiga, bangun tim yang kuat. Dokter bukan bekerja sendiri. Perawat, bidan, gizi, sanitarian, dan kader posyandu adalah mitra kerja yang sama pentingnya. Keberhasilan program di puskesmas sangat bergantung pada kekuatan tim, bukan hanya pada dokternya. Tingkatkan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi dalam waktu

Keempat, menjaga integritas dan profesionalisme. Nama baik profesi dokter dibangun dari kepercayaan masyarakat. Percayalah itu rapuh dan butuh waktu lama untuk dibangun, tapi bisa hancur dalam hitungan detik. Jaga etika, jaga sikap, jaga komunikasi.


Spread the love

Next Post

Kadis Dikbud KSB : KSB  Maju Pendidikan Pastikan Tidak Ada Lagi Anak- Anak Putus Sekolah Hanya Karena Biaya.

Sen Jun 29 , 2026
Spread the love      Kadis Dikbud KSB : KSB  Maju Pendidikan Pastikan Tidak Ada Lagi Anak- Anak Putus Sekolah Hanya Karena Biaya. […]