Pelajar SMAN 3 Sumbawa Ikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Perkuat Kesadaran Konstitusi dan Menjaga NKRI

Sumbawa, bidikankameranews.com – Kegiatan Sarasehan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sekaligus Sosialisasi Sekolah Pilar Muda digelar pada rabu, 4 maret 2026, pukul 10.45 WITA di Aula SMAN 3 Sumbawa.
Kegiatan ini mengangkat tema “Cerdaskan Konstitusi Tangguh Menjaga NKRI” dan merupakan hasil kerja sama antara Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., M.H bersama lembaga survei dan konsultan MY Institute. Peserta kegiatan terdiri dari pelajar dari wilayah Sumbawa
Acara dibuka oleh Yadi Satriadi, M.A selaku Moderator diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan semangat kebangsaan.
Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang berfokus pada penanaman nilai-nilai konstitusi kepada generasi muda.
Dalam sambutannya, Baharuddin, S.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 3 Sumbawa, menyampaikan rasa bangga atas semangat dan prestasi para siswa. Beliau menuturkan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter.
Ia juga menyampaikan harapan agar perhatian terhadap pengembangan fasilitas sekolah dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan dan kekhusyukan seluruh warga sekolah dalam beraktivitas. Diakhir pesannya, beliau mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan setiap kesempatan belajar, menjaga nama baik sekolah, serta terus berusaha menjadi pribadi yang berprestasi.
Sambutan sekaligus sosialisasi 4 pilar MPR RI berikutnya disampaikan oleh H. Johan Rosihan, ST., MH sebagai Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus pemateri utama dalam sosialisasi ini.
Dalam arahannya, H. Johan menekankan, para pelajar untuk memahami dan menghayati makna Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan Indonesia.
Memasuki sesi penyampaian materi yang dipandu oleh moderator Yadi Satriadi, H. Johan Rosihan, ST., MH menegaskan bahwa bangsa ini berdiri melalui perjuangan panjang para pendiri negara yang bersatu melampaui perbedaan suku, bahasa, dan agama. Karena itu, generasi muda tidak boleh terpecah hanya oleh perbedaan, melainkan harus menjadikannya sebagai kekuatan sebagaimana semangat ”Sumpah Pemuda” yang mempersatukan bangsa.
H. Johan juga mengingatkan pentingnya memahami konstitusi, terutama Undang-Undang Dasar 1945, sebagai pedoman dalam kehidupan bernegara agar setiap tindakan tetap berada dalam koridor hukum.
Menurutnya, kesadaran berkonstitusi harus dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga identitas daerah dan melestarikan bahasa lokal sebagai bagian dari kekayaan bangsa.
Diakhir pesannya, H. Johan berharap para siswa mempersiapkan diri sejak sekarang, berpikir kritis, dan berani berkontribusi, karena di tangan merekalah masa depan Indonesia akan ditentukan.
Pemateri terakhir, Dr. Miftahul Arzak, MA menyampaikan materi bertajuk “Indonesia Emas 2045”. Ia mengajak peserta memahami bahwa tahun 2045 menandai 100 tahun kemerdekaan Indonesia, yang akan dihadapkan pada bonus demografi dengan dominasi generasi muda sebagai penentu arah bangsa. Dalam konteks tersebut, regenerasi kepemimpinan menjadi isu sentral yang harus dipersiapkan sejak bangku sekolah.
Dr. Mifta memaparkan sekaligus sosialisasi gagasan pembentukan kegiatan Sekolah Pilar Muda sebagai program pendidikan kepemudaan berbasis kegiatan sosial. Program tersebut dirancang melalui tahapan seleksi, karantina, hingga penyampaian gagasan peserta kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa. Tujuan program ini adalah membentuk daya kritis pemuda terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta melatih kemampuan merumuskan solusi secara sistematis
Selain itu, peserta Sekolah Pilar Muda direncanakan akan mendapatkan pendampingan langsung dari H. Johan Rosihan, ST., MH sebagai mentor, khususnya dalam memahami persoalan publik dan teknik penyusunan solusi.
Dalam penutup materinya, Dr. Miftahul Arzak menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan, tetapi oleh kepedulian dan keberanian untuk bertindak.
Sesi tanya jawab menjadi bagian interaktif dalam kegiatan ini, dimana para siswa memanfaatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam terkait materi yang telah disampaikan pertanyaan yang muncul bukan hanya menyinggung tentang makna dan kedudukan konstitusi sebagai aturan tertinggi negara, tetapi juga bagaimana menyikapi pelanggaran serta peran generasi muda dalam menjaganya.
Narasumber menjelaskan bawah konstitusi menjadi landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan setiap pelanggaran memiliki mekanisme penyelesaian sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, dijelaskan pula menggenai program pembinaan generasi muda yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, keberanian menyampaikan gagasan, berdiskusi, hingga terlibat dalam kegiatan sosial sebagai bekal menuju indonesia emas 2045.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini ditutup pada pukul 12.30 wita dengan harapan agar para pelajar dan pemuda mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Penutupan menegaskan kembali pentingnya sadar hukum, aktif berpendapat ,dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Melalui kegiatan ini, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI bersama MY Institute berupaya memperkuat fondasi ideologis generasi muda di Kabupaten Sumbawa. Dengan pendekatan dialogis, motivasional, dan berbasis nilai, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif peserta, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan integritas serta komitmen terhadap persatuan bangsa. (*)
