Bukti Foto Menguatkan Teror! Rumah dan Mobil Warga Sumbawa Dihancurkan Massa Diduga Suruhan Kartel Narkoba – Korban: “Saya Dipaksa Jual Narkoba Untuk Setoran”

Screenshot_20261102_120159_ChatGPT
Spread the love

Bukti Foto Menguatkan Teror! Rumah dan Mobil Warga Sumbawa Dihancurkan Massa Diduga Suruhan Kartel Narkoba – Korban: “Saya Dipaksa Jual Narkoba Untuk Setoran”

MATARAM, bidikancameranews.com- Bukti foto-foto kondisi perusakan rumah milik AI (36), warga Desa Serading, Moyo Hilir, Sumbawa, yang mengaku diteror oknum kartel narkoba yang di-back up oknum polisi, akhirnya terungkap. Foto-foto ini dilampirkan dalam laporan resmi korban kepada Menteri Hukum RI dan Kapolri.

Dalam foto-foto tersebut, terlihat jelas kerusakan parah yang diduga dilakukan secara brutal dan terorganisir. Korban melalui kuasa hukumnya, Dr. Mohammad Erry Satriawan, menegaskan teror ini terjadi karena korban menolak dipaksa kembali menjadi bandar narkoba dan menolak memberikan setoran bulanan.

“Saya dipaksa untuk menjual narkoba,” ungkap AI dalam keterangannya yang dikutip kuasa hukumnya. Ia mengaku sudah berhenti dari dunia narkoba sejak 2025 dan beralih menjadi penjual hewan dan penambang rakyat.

FOTO 1 – KONDISI KENDARAAN MOBIL DIHANCURKAN

Foto pertama memperlihatkan sebuah mobil pick up modifikasi milik korban dengan kondisi mengenaskan. Kaca samping kendaraan dan bagian kabin hancur berantakan, jok terburai, dan pintu terbuka. Pada foto sisi depan, kaca depan kendaraan pecah total hingga berlubang besar. Tulisan “AWESOME” di bodi mobil masih terlihat di tengah kerusakan. Kendaraan ini diduga dirusak saat penyerangan malam hari oleh sekelompok orang tak dikenal.

FOTO 2 & 3 & 4 – KERUSAKAN JENDELA DAN BANGUNAN RUMAH

Foto-foto lainnya menunjukkan kondisi rumah korban yang porak-poranda. Dari luar, panel jendela dan material penutup berbahan seng dan plastik robek dan berlubang besar. Dinding bata terekspos.

Di bagian dalam ruangan, kondisi lantai dan material berserakan. Besi-besi, pipa, dan pecahan material tergeletak di atas lantai semen. Akses pintu bagian dalam bangunan rusak, penutup pintu seng tampak berlubang dari sisi dalam akibat diduga dipukul benda tumpul. Rumah yang dibangun dari kerja keras korban kini kosong, tidak layak huni.

Akibat teror ini, korban mengaku anak dan istrinya trauma, bahkan anak-anaknya terpaksa putus sekolah karena takut akan ancaman pembunuhan lanjutan.

Kuasa hukum korban telah melaporkan dugaan pidana pengrusakan, penjarahan, ancaman pembunuhan, dan dugaan keterlibatan oknum Aipda IKD, Ba Samapta Polres Sumbawa ke Polres Sumbawa, Polda NTB, LPSK, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, dan Kapolri Jenderal Suyudi Aryo Seto.

“Sudah ditindaklanjuti Pak Menteri dan diteruskan kepada Kapolri,” kata sumber anonim di Kementerian Hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Sumbawa dan oknum terlapor belum memberikan klarifikasi resmi.


Spread the love