Wakil Ketua Banggar MPR RI, H. Johan Rosihan, ST., MH,. Bersama MY Institute Gelar Penguatan Karakter Pelajar SMAN 1 Plampang

Spread the love

Sumbawa, bidikankameranews.com –
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang menghadirkan Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, S.T.M.H bersama MY Institute diselenggarakan di Laboratorium  SMAN 1 Plampang pada Selasa, 3 Maret 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMP dan SMA sekecamatan Plampang  ini bertujuan memperkuat pemahaman kebangsaan serta membangun karakter generasi muda sebagai persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Acara dibuka oleh Moderator Greenda Gilang Pratama Putri dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Plampang, Safarudin S.Pd., M.Pd yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembinaan kebangsaan tersebut.

Dalam sambutannya, pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi para pelajar untuk menumbuhkan semangat kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.

Di tempat yang sama, H. Johan Rosihan, S.T., M.H menjelaskan secara rinci mengenai Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman.

H. Johan menekankan bahwa keempat pilar tersebut bukan sekadar materi hafalan, melainkan pedoman hidup yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

H. Johan memaparkan bahwa nilai-nilai Pancasila mengajarkan integritas, empati, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Menurut beliau, generasi muda harus mampu menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam bersikap, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital yang penuh dengan arus informasi. Literasi digital, etika bermedia sosial, serta kemampuan menyaring informasi menjadi hal penting agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

Sementara itu, Dr. Miftahul Arzak dalam sesi berikutnya menyampaikan pentingnya partisipasi aktif pelajar dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.
“siswa tidak seharusnya hanya menjadi pendengar atau peserta pasif, melainkan perlu berani menyuarakan gagasan dan terlibat dalam pembangunan di lingkungan sekitar,” tegasnya.

Dr. Mifta memperkenalkan program Sekolah Pilar Muda sebagai wadah pembinaan berbasis komunitas sosial yang dirancang untuk melatih kepemimpinan, meningkatkan kapasitas diri, serta membangun karakter yang kuat. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara komunitas kepemudaan dan lembaga pendidikan guna menciptakan generasi muda yang aktif, kritis, dan berdaya saing.

Menurut Dr. Mifta, dalam beberapa tahun mendatang generasi Z dan generasi Alpha akan mendominasi struktur demografi Indonesia. Kondisi ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan, karena kualitas generasi muda saat ini akan menentukan arah pembangunan bangsa ke depan. Oleh sebab itu, persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai sejak dini melalui penguatan karakter, peningkatan kompetensi, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan positif, paparnya.

Acara ini berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan peserta. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan terkait kepemimpinan, peran pemuda dalam pembangunan, serta cara menghadapi tantangan di era modern. Jawaban yang diberikan menekankan pentingnya keberanian, kepedulian, dan konsistensi dalam berbuat baik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar mampu memahami makna Empat Pilar Kebangsaan secara lebih mendalam, serta termotivasi untuk menjadi generasi yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. (*)


Spread the love