3 PEKAN PASCA GEMPA M7,7: 3.645 WARGA SIKKA GELANDANGAN, RIBUAN RUMAH HANCUR MENANTI KEPASTIAN
3 PEKAN PASCA GEMPA M7,7: 3.645 WARGA SIKKA GELANDANGAN, RIBUAN RUMAH HANCUR MENANTI KEPASTIAN

MAUMERE , bidikancameranews.com – Gempa belum usai. Hingga Jumat (4/9/2026), tepat 20 hari setelah gempa M7,7 mengguncang Flores, 3.645 warga Kabupaten Sikka masih tidur di tenda pengungsian.
Data Posko Tanggap Darurat Sikka menyebut pengungsi berasal dari 972 KK. Palue jadi wilayah terparah dengan 3.340 jiwa mengungsi. Disusul Kangae 236 jiwa dan Nita 65 jiwa.
Korban jiwa tercatat 54 orang. 6 meninggal, 25 luka berat, 23 luka ringan.
Pendataan rumah warga menunjukkan kerusakan masif. 8.645 unit rumah sudah masuk data. 1.658 unit di antaranya rusak berat. Ribuan lainnya rusak sedang dan ringan. Proses verifikasi dan pemadanan NIK-KK masih berjalan sehingga angka bisa bertambah.
Kerusakan juga melanda 303 fasilitas umum. Rumah sakit dan puskesmas 93 unit rusak. Rumah ibadah 79 unit. Sekolah 38 unit. Kantor pemerintah 75 unit. Bahkan 8 ruas jalan putus total.
Di tengah keterpurukan, ratusan lembaga bergerak. Dapur umum, obat-obatan, trauma healing untuk anak, hingga bantuan uang tunai mulai mengalir.
Tapi pekerjaan besar masih menanti. Data harus divalidasi, bantuan harus tepat sasaran, dan ribuan warga harus segera punya rumah layak huni.
“Gempa 15 Agustus bukan sekadar peristiwa di kalender kebencanaan. Bagi kami, ini soal rumah yang hilang, rasa aman yang hilang, dan masa depan yang harus dibangun lagi dari nol,” demikian keresahan warga terdampak. ( karel )
