Terjang Arus Sungai, TNI dan Warga Pikul Mesin Berat Demi Jembatan Gantung di Sikka

IMG-20260925-WA0021
Spread the love

Terjang Arus Sungai, TNI dan Warga Pikul Mesin Berat Demi Jembatan Gantung di Sikka

MAUMERE, Bidikan Kamera– Bukan jalan mulus yang mereka lalui. Bukan pula kendaraan yang mengangkut peralatan. Demi mendukung pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda, personel Kodim 1603/Sikka bersama masyarakat harus memikul mesin las/genset las dan mesin molen, lalu menyeberangi arus sungai menuju lokasi pekerjaan di Desa Watuomok, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026).

 

Beban berat di pundak berpadu dengan derasnya arus sungai. Setiap langkah harus diperhitungkan. Salah pijak bisa membuat peralatan terjatuh atau membahayakan orang yang membawanya.

 

Namun, kondisi medan tersebut tidak menyurutkan langkah mereka.

 

Personel TNI dan warga memilih bergotong royong. Dengan tenaga bersama, peralatan berat diangkat dan dipikul secara bergantian melewati sungai hingga berhasil mencapai lokasi pembangunan jembatan.

 

Pemandangan itu menjadi gambaran nyata bagaimana keterbatasan akses tidak selalu menjadi penghalang ketika masyarakat dan TNI bergerak bersama.

 

Mesin las/genset las dan mesin molen yang berhasil diseberangkan kemudian digunakan untuk menunjang pekerjaan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang tengah berlangsung.

 

Bagi personel Kodim 1603/Sikka, aksi tersebut bukan sekadar memindahkan peralatan dari satu tempat ke tempat lain. Ada pekerjaan pembangunan yang harus terus berjalan dan ada kebutuhan masyarakat yang harus didukung.

 

Medan boleh berat, akses boleh terbatas, tetapi pekerjaan tidak boleh berhenti.

 

Semangat itulah yang terlihat ketika TNI dan masyarakat bersama-sama menerjang arus sungai sambil membawa peralatan berat. Mereka menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang beton, besi, dan mesin, tetapi juga tentang tenaga, kepedulian, serta kebersamaan orang-orang yang berada di lapangan.

 

Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan menjadi akses penghubung yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan sebelum jembatan itu berdiri kokoh, ada cerita tentang mereka yang terlebih dahulu menaklukkan sulitnya medan untuk memastikan pembangunan tetap berjalan.

 

Di tengah derasnya arus sungai, gotong royong menjadi tenaga yang menggerakkan pembangunan. TNI dan rakyat melangkah bersama, membawa peralatan, menembus keterbatasan, dan menjaga pekerjaan tetap bergerak maju. (karel )


Spread the love