Tanamkan Nilai Kebangsaan Pada Generasi Muda, Wakil Ketua Banggar MPR RI dan MY Institute Sosialisasi 4 Pilar Di SMAN 1 Moyo Utara

Sumbawa, bidikankameranews.com –
Kegiatan Sarasehan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sekaligus Sosialisasi Sekolah Pilar Muda digelar pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 15.40 WITA di Aula SMAN 1 Moyo Utara. Kegiatan ini mengangkat tema “Pelajar Berintegritas, Bangsa Bermartabat” dan merupakan hasil kerja sama antara Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, ST bersama lembaga survei dan konsultan MY Institute. Peserta kegiatan terdiri dari pelajar serta pemuda dari wilayah Moyo Hilir dan Moyo Utara.
Kegiatan dibuka oleh Yadi Satriadi, MA selaku Moderator diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan semangat kebangsaan.
Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang berfokus pada penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Moyo Utara, Iwan Nuddin, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan di lingkungan sekolahnya. Ia menegaskan pentingnya pembinaan karakter dan lingkungan pergaulan positif bagi pelajar. Ia juga berharap dalam sepuluh tahun ke depan akan lahir generasi asal Sumbawa yang mampu berkiprah di tingkat nasional.
Harapan tersebut ditujukan kepada seluruh peserta agar mulai mempersiapkan diri sejak dini dengan memperkuat integritas dan kualitas diri
Sambutan sekaligus sosialisasi 4 pilar MPR RI oleh H. Johan Rosihan, ST, yang hadir sebagai Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus pemateri utama dalam sosialisasi ini.
Dalam arahannya, Johan Rosihan menekankan bahwa yang terpenting dalam hidup bukan sekadar jabatan atau posisi, melainkan sejauh mana seseorang dapat memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengantar bagi materi inti tentang Empat Pilar MPR RI
Memasuki sesi penyampaian materi yang dipandu oleh moderator Yadi Satriadi, H.
Johan Rosihan, ST memaparkan substansi Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menjelaskan bahwa sejak berdirinya, bangsa Indonesia dibangun atas nilai persatuan, ketuhanan, dan kemanusiaan. Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi dan hukum dasar, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman.
Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Pemahaman nilai kebangsaan dinilai penting karena kepemimpinan harus diwariskan melalui proses regenerasi yang terarah.
Ia juga memberikan motivasi kepada peserta bahwa latar belakang daerah bukanlah penghalang untuk berkiprah di tingkat nasional, selama memiliki komitmen, integritas, dan kerja keras.
Pemateri terakhir, Dr. Miftahul Arzak, MA menyampaikan materi bertajuk “Indonesia Emas 2045”. Ia mengajak peserta memahami bahwa tahun 2045 menandai 100 tahun kemerdekaan Indonesia, yang akan dihadapkan pada bonus demografi dengan dominasi generasi muda sebagai penentu arah bangsa.
Dalam konteks tersebut, regenerasi kepemimpinan menjadi isu sentral yang harus dipersiapkan sejak bangku sekolah.
Ia memaparkan sekaligus sosialisasi gagasan pembentukan kegiatan Sekolah Pilar Muda sebagai program pendidikan kepemudaan berbasis kegiatan sosial. Program tersebut dirancang melalui tahapan seleksi, karantina, hingga penyampaian gagasan peserta kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa.
Tujuan program ini adalah membentuk daya kritis pemuda terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta melatih kemampuan merumuskan solusi secara sistematis.
Selain itu, peserta Sekolah Pilar Muda direncanakan akan mendapatkan pendampingan langsung dari H. Johan Rosihan, ST sebagai mentor, khususnya dalam memahami persoalan publik dan teknik penyusunan solusi.
Dalam penutup materinya, Miftahul Arzak menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan, tetapi oleh kepedulian dan keberanian untuk bertindak.
Sesi tanya jawab menjadi bagian interaktif dalam kegiatan ini. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan seputar implementasi nilai integritas di kalangan generasi muda serta peran pelajar dalam menghadapi maraknya hoaks dan ujaran kebencian di era digital.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan penekanan bahwa nilai kebangsaan harus diinternalisasi, bukan sekadar menjadi slogan. Integritas dipandang sebagai hasil dari pemahaman nilai yang kuat, kesadaran identitas, serta tanggung jawab atas setiap tindakan, termasuk di media sosial.
Dalam konteks media sosial, peserta diingatkan bahwa setiap unggahan memiliki konsekuensi jangka panjang. Kesadaran ruang dan kesadaran nilai menjadi kunci dalam mengelola perilaku digital. Media sosial dipandang sebagai ruang publik yang tetap membutuhkan etika, tanggung jawab, dan kontrol diri sebagai bagian dari implementasi Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini ditutup pada pukul 17.38 dengan harapan agar para pelajar dan pemuda mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Penutupan menegaskan kembali pentingnya kesadaran diri, penguatan karakter, serta kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI bersama MY Institute berupaya memperkuat fondasi ideologis generasi muda di Kabupaten Sumbawa.
Dengan pendekatan dialogis, motivasional, dan berbasis nilai, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif peserta, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan integritas serta komitmen terhadap persatuan bangsa. (*)
