Sinergi Bersama Muslimat NU, Kasat Polairud Polres Sumbawa Kedepankan Program Mother Policing

Spread the love

Sumbawa Besar, bidikankameranews.com
Satuan Polairud Polres Sumbawa gandengan Muslimat NU sekaligus menjadi narasumber menyampaikan beberapa materi, pada hari Selasa 3 februari 2026 lalu, di Kantor Kementerian Agama Kab. Sumbawa.
Kegiatan tersebut bertema “Sinergi Satuan Polairud Polres Sumbawa Bersama Muslimat NU Dalam Pencegahan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan di Kab. Sumbawa”.

Kasat Polairud, Iptu Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, SH dalam memaparkan program Mother Policing, mendengarkan curhat  ibu – ibu pesisir dan menggandeng syiar agama melalui edukasi ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan.

Kolaborasi Satuan Polairud dengan Muslimat NU ini menekankan pentingnya peran perempuan pesisir dalam menjaga ekosistem laut serta mengawasi potensi pelanggaran, seperti, penggunaan alat tangkap merusak (destructive fishing) di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Mother policing merupakan model pemolisian dengan pendekatan kasih ibu. Polisi melalui pemolisiannya berupaya bagi kemanusiaan  keteraturan sosial maupun peradaban. Mother policing salah satu model pengembangan community policing dalam mentransformasi kesadaran, tanggung jawab maupun disiplin bagi terbangunnya budaya patuh hukum melalui dialog peradaban dalam tindakan preemtif, preventif, represif, maupun rehabilitasi.

Spirit kasih ibu menjadi model harmoni dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Kasih ibu yang tulus dalam melayani, melindungi, mengayomi yang rela berkorban bagi anak anaknya ini yang menjadi model spirit pemolisian. Ibu dengan penuh kasih sayang berjuang bagi kemaslahatan anak anaknya, demikian halnya polisi bagi meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Program pemolisian dengan model mother policing, diharapkan polisi berupaya memahami, melayani, bahkan berkorban bagi warga yang dilayani. Implementasi mother policing ini bisa memberdayakan kearifan lokal, yang sesuai corak masyarakat dan kebudayaannya. Dapat memberdayakan potensi maupun sumber daya yang ada, misalnya guru, akademisi, pakar, media, kelompok – kelompok kemasyarakatan, sektor bisnis, DPRD, Pemerintah Daerah, dan lainnya. (Jim)


Spread the love