Porprov Ke-12 NTB Askab PSSI Sumbawa Barat Kecam Kepemimpinan Wasit dan Evaluasi Panitia Usai Laga Kontra Kota Bima

FB_IMG_1784168929229
Spread the love

Porprov Ke-12 NTB Askab PSSI Sumbawa Barat Kecam Kepemimpinan Wasit dan Evaluasi Panitia Usai Laga Kontra Kota Bima

Mataram , bidikancameranews.com– Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyampaikan sikap resmi terkait insiden yang mewarnai pertandingan cabang olahraga sepak bola Porprov NTB 2026 antara Kabupaten Sumbawa Barat melawan Kota Bima, yang berlangsung Rabu (15/7/26) di GOR 17 Desember Mataram.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. H.W. Musyafirin, melalui Sekretaris Umum Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat, Indra Irawan LM, S.Kom.

Indra mengatakan pertandingan yang mempertemukan dua finalis Porprov dalam dua edisi terakhir itu menjadi salah satu laga paling bergengsi di ajang Porprov NTB 2026. Tingginya kualitas kedua tim seharusnya diimbangi dengan kesiapan perangkat pertandingan dan sistem pengamanan yang lebih baik.

“Pertandingan ini merupakan duel dua tim finalis pada dua Porprov terakhir. Kedua tim tampil dengan kekuatan terbaik sehingga sejak awal sudah diprediksi menjadi pertandingan dengan tensi tinggi dan perhatian publik yang besar. Karena itu, kami menilai panitia seharusnya mempersiapkan perangkat pertandingan dan sistem pengamanan secara maksimal,” ujar Indra menyampaikan pernyataan Ketua Umum Askab PSSI KSB.

Menurutnya, Askab PSSI KSB mengecam kinerja perangkat pertandingan, khususnya wasit dan panitia pelaksana cabang olahraga sepak bola Porprov NTB, yang dinilai tidak mampu mengendalikan jalannya pertandingan secara profesional.

“Berdasarkan evaluasi kami, kepemimpinan wasit selama pertandingan berlangsung dinilai tidak adil dan tidak konsisten. Puncaknya saat terjadi kericuhan, dua pemain Kabupaten Sumbawa Barat justru menerima kartu merah, padahal insiden tersebut merupakan perselisihan yang melibatkan kedua tim. Hal ini menimbulkan kesan bahwa KSB menjadi pihak yang paling dirugikan,” tegasnya.

Selain itu, Askab PSSI KSB juga menyoroti proses pengambilan keputusan pasca-insiden yang dinilai tidak melibatkan tim ofisial Kabupaten Sumbawa Barat.

“Kami juga menyayangkan keputusan yang diambil tanpa memberikan ruang klarifikasi kepada ofisial KSB. Di sisi lain, panitia terlihat belum siap dalam mengantisipasi situasi di lapangan. Saat kericuhan terjadi, pengamanan sangat minim dan tidak terlihat adanya personel keamanan yang memadai,” tambahnya.

Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat mendesak Panitia Cabang Olahraga Sepak Bola Porprov NTB segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pertandingan agar kejadian serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

Selain itu, Askab juga meminta Asprov PSSI NTB memastikan seluruh wasit dan perangkat pertandingan yang ditugaskan memiliki kompetensi, integritas, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Kami meminta panitia menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi. Kepada Asprov PSSI NTB, kami berharap penugasan wasit dan perangkat pertandingan dilakukan secara lebih selektif agar seluruh pertandingan berlangsung adil, profesional, dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Indra.

Meski menyampaikan kritik keras terhadap penyelenggaraan pertandingan, Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat juga menyatakan penyesalan atas kericuhan yang terjadi dan telah melakukan evaluasi internal terhadap pemain maupun ofisial.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat telah melakukan evaluasi terhadap pemain dan ofisial sebagai bentuk tanggung jawab kami. Kami tetap berkomitmen menjunjung tinggi nilai sportivitas dan berharap seluruh pihak bersama-sama menjaga marwah sepak bola NTB,” pungkasnya.


Spread the love