Pelajar di Wilayah Empang dan Tarano Ikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Kuatkan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

Sumbawa, bidikankameranews.com –
Kegiatan Sarasehan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI digelar pada Senin, 06 Maret 2026 di Laboratorium SMAN 1 Empang. Kegiatan ini mengangkat tema “Pelajar Sumbawa berkarakter Pancasila” yang merupakan hasil kerja sama antara Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, ST bersama MY Institute. Peserta kegiatan terdiri dari pelajar SMP dan SMA serta pemuda dari wilayah Empang dan Tarano.
Acara dibuka oleh Moderator Canda Nova Pertiwi dan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang berfokus pada penanaman nilai pancasila bagi pelajar dan pemuda.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 1 Empang, Powellowi S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan di lingkungan sekolahnya. Ia berharap dengan adanya sosialisasi yang dihadiri langsung oleh H. Johan Rosihan, S.T mampu mengangkat motivasi siswa-siswi untuk berani bercita-cita.
Sosialisasi 4 pilar MPR RI disampaikan oleh H. Johan Rosihan, S.T, selaku Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI sekaligus pemateri utama dalam sosialisasi ini. Dalam arahannya, H. Johan menekankan bahwa karakter suatu bangsa tidak pernah lahir dari ruangan yang hampa, lingkungan dan adat istiadat menjadi pengaruh besar dalam membangun karakter.
Memasuki sesi penyampaian materi yang dipandu oleh moderator Canda Nova Pertiwi ini, H. Johan Rosihan, S.T memaparkan substansi Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
H. Johan menjelaskan bahwa sejak berdirinya, bangsa Indonesia dibangun atas nilai persatuan, ketuhanan, dan kemanusiaan. Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi dan hukum dasar, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman.
H. Johan Rosihan, S.T menekankan makna dari isi pancasila, Sila pertama berbicara tentang integritas, karena kita percaya adanya tuhan, dan kita juga percaya bahwa dimana pun kita berada tuhan senantiasa melihat.
Sila kedua, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, membangun nilai karakter tentang empati kita sesama manusia.
Sila ketiga membangun karakter solidaritas dengan harapan ”apabila kita tidak bisa, teman kita bisa membantu”.
Sila keempat tentang musyawarah mampu membentuk karakter penerimaan dan kebersamaan untuk menyadari bahwa kita tidak dapat melakukan semuanya sendiri dan masih membutuhkan bantuan orang lain.
Sila kelima berbicara tentang kepedulian terhadap sesama.
Pemateri kedua, Dr. Miftahul Arzak, menyampaikan materi bertajuk “Indonesia Emas 2045”. Ia mengajak peserta memahami bahwa tahun 2045 menandai 100 tahun kemerdekaan Indonesia, yang akan dihadapkan pada bonus demografi dengan dominasi generasi muda sebagai penentu arah bangsa.
Dalam konteks tersebut, regenerasi kepemimpinan menjadi isu sentral yang harus dipersiapkan sejak bangku sekolah
Dr. Miftha juga memaparkan gagasan pembentukan kegiatan Sekolah Pilar Muda sebagai program pendidikan kepemudaan berbasis kegiatan sosial. Program tersebut dirancang melalui tahapan seleksi, karantina, hingga penyampaian gagasan peserta kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa.
Tujuan program ini adalah membentuk daya kritis pemuda terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta melatih kemampuan merumuskan solusi secara sistematis
Selain itu, peserta Sekolah Pilar Muda direncanakan akan mendapatkan pendampingan langsung dari H. Johan Rosihan, S.T sebagai mentor, khususnya dalam memahami persoalan publik dan teknik penyusunan solusi.
Dalam penutup materinya, Dr. Miftahul Arzak menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan, tetapi oleh kepedulian dan keberanian untuk bertindak.
Sesi tanya jawab menjadi bagian interaktif dalam kegiatan ini. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan seputar hak bersuara di media sosial, serta persiapan MPR dalam menghadapi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini ditutup pada pukul 11.00 Wita dengan harapan agar para pelajar dan pemuda mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Penutupan menegaskan kembali pentingnya kesadaran diri, penguatan karakter, serta kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan
Melalui kegiatan ini, MPR RI bersama MY Institute berupaya memperkuat fondasi ideologis generasi muda di Kabupaten Sumbawa. Dengan pendekatan dialogis, motivasional, dan berbasis nilai, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif peserta, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang mencerminkan integritas serta komitmen terhadap persatuan bangsa. (*)
