Majelis Zikir Taliwang Gelar Maulid Nabi, TGB.H.Burhanudin : Jadikan Suri Tauladan Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari ” Nikmat Terbesar Jadi Umat Rasulullah”

IMG-20260907-WA0037
Spread the love

Majelis Zikir Taliwang Gelar Maulid Nabi, TGB.H.Burhanudin : Jadikan Suri Tauladan Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari ” Nikmat Terbesar Jadi Umat Rasulullah”

Taliwang, bidikancameranews.com — Majelis Zikir Taliwang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Malam Ini pada Senin 07/09

Dengan Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Majelis Zikir (MZ) Taliwang mengajak seluruh jamaah dan masyarakat umum untuk hadir dan menyiarkan peringatan Maulid Nabi.

Kegiatan bertema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari” digelar pada: Hari / Tanggal: Senin, 7 September 2026 , bertempat: Majelis Zikir Taliwang

Melalui poster ajakan yang tersebar, panitia mengajak umat untuk hadir bersama, bershalawat, berzikir, mempererat silaturrahmi dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Mari hadir bersama, bershalawat, berzikir, mempererat silaturrahmi dan menumbuhkan kecintaan kita kepada Rasulullah. Kehadiran Anda menjadi kebahagiaan dan keberkahan untuk kita semua,” tulis panitia dalam poster tersebut. Peringatan Maulid kali ini juga dikaitkan dengan Surat Edaran Gubernur NTB Nomor 107 Tahun 2025 tentang penguatan Majelis Zikir.

Sesuai edaran tersebut, kegiatan diharapkan dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat dan daerah.

Empat pesan utama Majelis Zikir yang ditekankan adalah: memperbanyak zikir, mempererat silaturrahmi, menjaga akhlak, serta doa dan tawakal.“InsyaAllah hati tenang, hidup berkah,”

“Hati tenang, hidup berkah” itu bukan sekedar kalimat motivasi. Ini prinsip hidup yang saling nyambung 👇

1. Hati Tenang

Hati tenang = kondisi batin yang damai, nggak gampang panik, iri, benci, atau gelisah berlebihan.

Ciri-cirinya:
– Ikhlas menerima apa yang sudah terjadi dan apa yang belum jadi
– Bersyukur atas yang ada, bukan sibuk membandingkan dengan orang lain
– Dekat dengan Allah lewat zikir, doa, sholat, dan mengingat-Nya
– Maafkan dan lepaskan dendam, amarah, overthinking

Allah bilang di QS. Ar-Ra’d:28:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”_

2. Hidup Berkah

Hidup berkah = hidup yang hasilnya membawa kebaikan, manfaat, dan ketenangan. Bukan cuma soal banyak uang.

Ciri hidup berkah:
– Rezeki cukup dan bisa bikin tenang, bukan bikin takut kehilangan
– Waktu bermanfaat – dipakai untuk ibadah, keluarga, dan menolong orang
– Hubungan harmonis – dengan Allah, keluarga, tetangga, sesama
– Kesehatan dan ketenangan* yang bisa dinikmati

Berkah itu: “sedikit tapi cukup, banyak tapi tidak membuat lalai”.

3. Hubungannya Gimana?
Hati tenang → pikiran jernih → keputusan bijak → rezeki & hubungan dijaga → hidup jadi berkah.
Sebaliknya, kalau hati rusuh, rezeki banyak pun rasanya kurang terus.

Singkatnya:
“Hati tenang” itu pondasinya.
“Hidup berkah” itu buahnya.

Makanya banyak orang tua dulu bilang: “Yang penting berkah, Nak. Bukan banyak.”

Dengan slogan “Bersama di Majelis Zikir, Hati Tenang, Hidup Berkah, NTB Gemilang”, panitia mengajak masyarakat untuk meramaikan Majelis Zikir. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar dengan khidmat sebagai momentum untuk meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Lurah Menala Fadli Raziq,S.AP., mengatakan peringatan Maulid merupakan suri tauladan yang mengajarkan kejujuran dan kebaikan.

“Semoga kita mampu menerapkan dalam sehari-hari. Tidak ada balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Lurah Menala juga menghimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan di musim kemarau.

“Agar kita selalu menjaga kondusifitas lingkungan. Dengan maulid nabi kita semakin mencintai Rasulullah,” katanya.

Sementara itu, Ketua BKMZ II Hanafi Abu Bakar menyampaikan bahwa Badan Kerja Sama Majelis Zikir hadir untuk melaksanakan perintah Rasul dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan Islam secara keseluruhan.

“Tidak ada lain melaksanakan perintah rasul dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah, melaksanakan Islam secara keseluruhan. Mencontohkan apa yang dikerjakan oleh Rasulullah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi keagamaan bagi masyarakat.

Ceramah hikmah Maulid Nabi disampaikan oleh Dr. TGB. H. Burhanudin. Dalam tausiahnya ia menegaskan bahwa nikmat Allah tidak mampu dibayar dalam bentuk apapun.

“Allah tidak meminta membayar, yang Allah harapkan bagaimana kita sebagai manusia perbanyak bersyukur atas nikmat yang diberikan,” katanya.

Dr. TGB. H. Burhanudin juga mengingatkan bahwa hidayah terbesar adalah menjadi umat Rasulullah.

“Dengan kita memperingati maulid agar kita selalu mengingat suri tauladan Nabi Muhammad SAW,” tutupnya.

Peringatan Maulid Nabi di Menala berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat kepada Allah SWT dan Baginda Rasulullah SAW.

*Laporan: Edi Chandra


Spread the love