Keributan Nakes dan Keluarga Pasien di RSUD TC Hillers Sempat Memanas, Berujung Damai

file_000000004f7481fa90eb99b52b93c17e
Spread the love

Keributan Nakes dan Keluarga Pasien di RSUD TC Hillers Sempat Memanas, Berujung Damai

MAUMERE, Bidikan Kamera – Keributan antara tenaga kesehatan (nakes) dan keluarga pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, pada 30 Agustus 2026, sempat memanas hingga tenaga kesehatan yang merasa dilecehkan berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Persoalan itu akhirnya tidak berlanjut ke kepolisian setelah kedua pihak dipertemukan dalam proses mediasi dan sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan pada Jumat, 11 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus Juamat, menjelaskan, insiden bermula ketika tenaga kesehatan tengah fokus menangani seorang pasien di ruang IGD.

Saat itu, petugas sedang melakukan sejumlah tindakan medis, termasuk pemasangan selang infus dan penanganan lainnya.

Di tengah proses tersebut, keluarga pasien yang berada di lokasi terus mengajukan pertanyaan kepada petugas. Namun, karena sedang menangani pasien, pertanyaan tersebut tidak langsung mendapat respons.

Situasi kemudian berubah tegang setelah salah seorang anggota keluarga pasien melontarkan perkataan yang dianggap menyinggung tenaga kesehatan.

Teguran tersebut berujung adu mulut. Ketegangan kemudian berkembang menjadi keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien.

Petugas rumah sakit yang berada di lokasi segera turun tangan untuk memisahkan dan menenangkan kedua pihak. Keributan akhirnya dapat diredam sehingga pelayanan di IGD tetap berlangsung.

Namun, bagi tenaga kesehatan yang merasa menjadi korban, persoalan tersebut belum selesai.

Nakes Tolak Jabat Tangan, Minta Kasus Diproses Hukum

Petrus mengatakan, upaya yang dilakukan pihak rumah sakit saat kejadian lebih merupakan langkah untuk meredam situasi agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu.

Penyelesaian awal itu belum mempertemukan secara langsung tenaga kesehatan yang merasa dilecehkan dengan pihak keluarga pasien.

Bahkan, ketika keluarga pasien berupaya mengulurkan tangan sebagai bentuk permohonan maaf, tenaga kesehatan tersebut menolak.

Penolakan itu menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak dianggap selesai begitu saja.

Merasa dirinya telah diperlakukan secara tidak pantas, tenaga kesehatan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada Direktur RSU TC Hillers.

Tidak berhenti di tingkat internal rumah sakit, yang bersangkutan bahkan menyatakan keinginan untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dan melaporkannya kepada kepolisian.

Direktur RSU TC Hillers kemudian meminta bantuan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.

Petrus pun memanggil tenaga kesehatan yang terlibat untuk mendengarkan secara langsung kronologi dan tuntutannya.

“Dalam keterangannya, yang bersangkutan meminta agar persoalan ini diproses secara hukum. Yang kedua, pelaku harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka,” kata Petrus saat memberikan penjelasan pada Jumat, 11 September 2026.

Keluarga Pasien Akui Kesalahan

Setelah mendengarkan keterangan tenaga kesehatan, Petrus kemudian mempertemukan kedua pihak dalam sebuah mediasi.

Pihak keluarga pasien datang bersama ayah dan anggota keluarganya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak yang terlibat dalam keributan akhirnya mengakui perbuatannya dan mengakui bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.

Yang bersangkutan juga mengungkapkan kekhawatiran apabila persoalan tersebut benar-benar dibawa ke proses hukum hingga pengadilan.

Di hadapan tenaga kesehatan, Direktur RSU TC Hillers, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, pihak tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Tidak hanya meminta maaf, keluarga pasien juga memohon agar persoalan tersebut tidak diteruskan ke proses hukum dan meminta agar masalah diselesaikan secara kekeluargaan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Sempat Hendak Dibawa ke Polisi, Berakhir dengan Saling Memaafkan

Setelah melalui proses mediasi, kedua pihak akhirnya sepakat tidak melanjutkan persoalan tersebut ke jalur hukum.

Penyelesaian secara kekeluargaan disepakati pada Jumat, 11 September 2026.

Kedua pihak menerima kesepakatan tersebut dan sepakat untuk saling memaafkan.

Petrus menegaskan, penyelesaian secara kekeluargaan dilakukan untuk mengakhiri persoalan sekaligus memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di RSU TC Hillers tetap berjalan dengan baik.

Dengan demikian, keributan yang sempat memicu ketegangan di ruang IGD tersebut akhirnya tidak berujung pada laporan polisi.

Kasus itu sempat berada di titik di mana tenaga kesehatan meminta proses hukum dan permohonan maaf terbuka dari pihak yang dianggap melakukan tindakan terhadap dirinya. Namun, setelah kedua pihak dipertemukan dan keluarga pasien mengakui kesalahan serta menyampaikan permohonan maaf, persoalan akhirnya ditutup melalui jalur kekeluargaan. ( karel)


Spread the love