Keretakan Kader PDIP Sumbawa Barat Mencuat, Nama Kris Sukardi Ikut Terseret Pelaporan Ijazah Palsu Oknum DPRD Inisial R
Keretakan Kader PDIP Sumbawa Barat Mencuat, Nama Kris Sukardi Ikut Terseret Pelaporan Ijazah Palsu Oknum DPRD Inisial R

Sumbawa Barat – Dinamika politik lokal di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendadak memanas menyusul mencuatnya polemik internal di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan. Keretakan antar-sesama kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut kini resmi menjadi konsumsi publik setelah berujung pada aksi pelaporan ke aparat penegak hukum.
Kasus ini mengemuka setelah seorang oknum anggota DPRD KSB berinisial R dilaporkan ke Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) atas dugaan penggunaan ijazah palsu. Laporan resmi tersebut dilayangkan oleh seorang warga Sumbawa Barat bernama Manurung.
Meski laporan diajukan oleh unsur masyarakat, isu liar dan spekulasi politik langsung berhembus kencang di tengah publik. Kader PDIP KSB, Kris Sukardi, santer diduga menjadi sosok utama di balik aksi pelaporan terhadap rekan satu partainya tersebut.
Aksi saling siku dan indikasi keretakan antar-kader di tubuh DPC PDIP KSB ini memicu sorotan tajam dari pemerhati politik lokal. Pasalnya, baik Kris Sukardi maupun oknum anggota DPRD berinisial R sama-sama berteduh di bawah naungan bendera partai yang sama. Konflik terbuka ini dinilai mengindikasikan adanya persaingan faksi atau perpecahan internal yang cukup dalam menjelang konsolidasi politik daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang namanya terseret termasuk pengurus DPC PDIP Sumbawa Barat serta Polda NTB masih terus dimintai konfirmasi resmi terkait kebenaran dugaan ijazah palsu maupun spekulasi perselisihan internal yang kian memanas tersebut.
