FITH UTS Terima Kunjungan TFCCA dari Konservasi Indonesia Bersama Perwakilan Kementerian Keuangan RI

Spread the love

Sumbawa, bidikankameranews.com
Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati (FITH) Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menerima kunjungan Tim Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA) dari Konservasi Indonesia bersama perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam rangka meninjau perkembangan pelaksanaan Program Hibah TFCCA di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Laboratorium FITH UTS untuk melihat secara langsung perkembangan penelitian yang sedang dilaksanakan oleh tim peneliti UTS. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan inovasi teknologi restorasi terumbu karang berbasis bioteknologi sebagai upaya meningkatkan efektivitas rehabilitasi ekosistem pesisir.
Selanjutnya, rombongan melaksanakan kunjungan lapangan (site visit) ke lokasi penelitian di Pulau Moyo.

Pada kunjungan tersebut, tim memperoleh penjelasan mengenai tahapan penelitian, metode transplantasi karang yang diterapkan, kondisi lokasi penelitian, serta capaian yang telah diperoleh selama implementasi program.
Tim peneliti juga memaparkan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan pada triwulan berikutnya sebagai bagian dari upaya mencapai target penelitian yang telah ditetapkan.

Menurut Celly Catharina, TFCCA Director, Konservasi Indonesia, kunjungan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pendampingan dan pemantauan pelaksanaan Program Hibah TFCCA.
“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat progres penelitian yang sedang dilakukan oleh tim peneliti serta memastikan bahwa penggunaan anggaran hibah telah berjalan secara tepat sasaran, efektif, dan sesuai dengan tujuan program,” ujar Celly Catharina.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pemantauan lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan setiap kegiatan penelitian tidak hanya menghasilkan luaran ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi upaya konservasi terumbu karang dan masyarakat di kawasan pesisir.

Selain melakukan peninjauan terhadap kegiatan penelitian, rangkaian kunjungan ini juga menjadi bagian dari agenda Pertemuan dan Fasilitasi Pemetaan Mitra Program TFCCA di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama Bapperida Kabupaten Sumbawa, organisasi perangkat daerah terkait, pemerintah desa, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, kelompok masyarakat, koperasi, hingga komunitas lokal yang bergerak di bidang konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati UTS, LPPM Universitas Samawa, Yayasan Bentang Alam Nusantara (Bentang), Lingkara, kelompok nelayan, koperasi, kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas), organisasi masyarakat sipil, serta pemerintah desa dari sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini bertujuan melakukan pemetaan awal terhadap mitra-mitra yang telah berkontribusi maupun berpotensi terlibat dalam Program TFCCA di Sumbawa, sekaligus mengidentifikasi peluang sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian tujuan program konservasi terumbu karang.

Melalui proses pendampingan yang partisipatif dan kolaboratif, seluruh mitra didorong untuk menyusun program bersama yang saling melengkapi sesuai dengan kapasitas dan peran masing-masing. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan dampak konservasi yang lebih luas, memperkuat keberlanjutan program, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir dan laut.

Bagi Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga donor, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat lokal dalam mewujudkan upaya konservasi yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi restorasi terumbu karang yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian ekosistem laut serta penguatan pengelolaan kawasan pesisir di Kabupaten Sumbawa maupun Indonesia secara umum. (*)


Spread the love