Diduga Pilih Kasih! Jalan Gerung-Rumak Rp2,6 Miliar Hanya Dikerjakan di Gapuk, Mesanggok Ditinggal
Diduga Pilih Kasih! Jalan Gerung-Rumak Rp2,6 Miliar Hanya Dikerjakan di Gapuk, Mesanggok Ditinggal

LOMBOK BARAT, bidikancameranews.com— Warga Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat mengeluhkan pengerjaan proyek *Rehabilitasi Ruas Jalan Gerung Rumak* yang dinilai tidak tuntas dan berat sebelah.
Proyek jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Mesanggok dan Desa Gapuk itu memiliki nilai kontrak Rp2.609.999.000 dengan nama pekerjaan (03-01) Rehabilitasi Ruas Jalan Gerung Rumak* dan nomor kontrak 027/1211/KPA.DPUPRKP/BM/03/2026.
Namun dalam pelaksanaannya, warga menilai pengerjaan fisik hanya menyentuh ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Gapuk. Sementara ruas jalan di wilayah Desa Mesanggok tidak tersentuh sama sekali.
“Kami selaku warga Desa Mesanggok mengeluhkan sikap Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR, dalam proses perencanaan pengerjaan rehabilitasi ruas jalan ini,” ujar Ali, warga Desa Mesanggok, Minggu 07/09/2026.
Menurut Ali, seharusnya DPUPR turun ke lokasi terlebih dahulu sebelum menentukan pagu anggaran dan menentukan titik mana yang harus didahulukan pengerjaannya.
“Pemerintah kita ini menurut kami terkesan tidak tertib dan tergesa-gesa. Padahal kalau kita mengacu pada setplan Kabupaten Lombok Barat, Desa Mesanggok ini adalah desa yang paling dekat dengan ibukota pemerintah Lombok Barat. Dan persentase kerusakan jalan kabupaten di sini justru lebih parah,” tuturnya.
Ali juga menyayangkan pemerintah daerah hanya “setengah-setengah” dalam menganggarkan pengerjaan rehabilitasi ruas jalan tersebut.
“Kalau niatnya ingin memperbaiki jalan, harusnya totalitas. Baik itu dalam perencanaan maupun penganggaran. Sehingga jalan kabupaten yang menghubungkan dua desa ini tuntas dikerjakan, tidak setengah-setengah seperti ini,” tegasnya.
Warga berharap keluhan ini bisa ditanggapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat agar tidak menimbulkan kecemburuan antar desa.
“Kami berharap kepada Pemerintah Lombok Barat supaya bisa mendengarkan apa yang menjadi keluhan kami ini dan bisa mencarikan solusi yang terbaik,” kata Ali.
Sampai berita ini dimuat, awak media sudah berupaya menghubungi Kepala Dinas DPUPR Kabupaten Lombok Barat namun belum ada jawaban resmi.
Tim http://bidikancameranewe.com*
—
