DATANG SEBAGAI PENDATANG, PULANG SEBAGAI BINTANG! Wild Horses SMAN 2 Sumbawa Besar Curi Perhatian di Rockmasketeer Sumbawa Barat 3

IMG-20261107-WA0167
Spread the love

DATANG SEBAGAI PENDATANG, PULANG SEBAGAI BINTANG! Wild Horses SMAN 2 Sumbawa Besar Curi Perhatian di Rockmasketeer Sumbawa Barat 3

TALIWANG, KSB, bidikancameranews.com  – Siapa sangka, sebuah grup band pelajar dari SMA Negeri 2 Sumbawa Besar justru menjadi salah satu magnet perhatian dalam gelaran Rockmasketeer Festival Sumbawa Barat 3. Namanya Wild Horses (Kuda Liar). Mereka datang sebagai pendatang, tetapi berhasil menciptakan gaung yang tak bisa dianggap remeh.

Festival musik yang digagas Benny Tanaya bersama rekan-rekannya itu bukan hanya menghadirkan dentuman musik rock selama dua malam di Hanipati Resto, Taliwang. Lebih dari itu, panggung ini menjadi ruang pembuktian bagi musisi muda NTB untuk menunjukkan kemampuan, karakter, dan keberanian mereka bersaing.

Kini, kompetisi semakin mengerucut. Sejumlah grup band berhasil melangkah ke babak final yang akan digelar Sabtu malam (7/11/2026). Persaingan dipastikan semakin panas. Namun, di tengah ketatnya kompetisi, Wild Horses justru sudah mencuri perhatian bahkan sebelum hasil akhir diumumkan. Buktinya, beberapa media online lokal di Sumbawa Barat menempatkan grup band ini sebagai sorotan utama pemberitaan mereka.

Tentu, tampil di panggung festival saja bukan perkara mudah. Apalagi mencuri perhatian media lokal di daerah tempat mereka sedang berkompetisi. Artinya, ada sesuatu yang berhasil mereka tampilkan sehingga kehadirannya tidak sekadar lewat sebagai peserta.

Lima Personel, Satu Karakter Berbeda

Wild Horses diperkuat Yadit Fatihurrahmat sebagai vokalis, Muhammad Rizki Nasrulloh pada bass, Dilaga sebagai gitaris, Vinsen di posisi drummer, serta Dike Zutto yang memainkan instrumen biola.

Kehadiran biola di tengah komposisi musik rock menjadi salah satu elemen pembeda. Mereka tidak sekadar mengandalkan kerasnya distorsi gitar atau gebukan drum, tetapi juga menghadirkan warna musikal yang memberi karakter tersendiri. Di sinilah daya tarik Wild Horses.

Namun, sorotan media tentu bukan ukuran kemenangan. Panggung final malam ini tetap menjadi tempat pembuktian sesungguhnya. Popularitas harus dijawab dengan kualitas penampilan.

Rockmasketeer, Lebih dari Sekadar Urusan Musik

Di balik fenomena Wild Horses, ada hal yang jauh lebih besar: keberanian menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda. Benny Tanaya dan kawan-kawan layak mendapat apresiasi karena telah membuka panggung kompetisi yang mempertemukan talenta-talenta musik dari berbagai daerah di NTB.

Dampaknya juga tidak berhenti pada urusan hiburan. Festival musik seperti ini memberi alternatif kegiatan positif bagi pelajar dan anak muda. Di tengah tantangan sosial termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba, menghadirkan ruang kreativitas dan aktivitas positif merupakan langkah yang patut didukung. Anak muda membutuhkan panggung, bukan sekadar nasihat.

*Ekonomi Lokal Ikut Berdentum*
Kehadiran peserta, pendamping, dan insan musik dari berbagai daerah memberikan efek berantai bagi sektor penginapan, UMKM, restoran, hingga usaha jasa lainnya di Sumbawa Barat.

Alia, pemilik penginapan Sabara yang dikenal dengan konsep ikonik dan futuristik, mengaku ikut merasakan manfaat penyelenggaraan festival tersebut. Kepada media, ia menyampaikan bahwa penginapannya telah dipesan oleh salah satu grup band dari luar Sumbawa Barat. Dukungan pelaku usaha seperti ini menjadi sinyal bahwa kegiatan berbasis kreativitas anak muda juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jangan biarkan panggung kreativitas berhenti di sini. Rockmasketeer Festival Sumbawa Barat 3 sesungguhnya sedang menunjukkan pesan penting: Sumbawa Barat tidak boleh hanya dikenal karena potensi tambang dan sumber daya alamnya. Daerah ini juga memiliki ruang untuk tumbuh melalui seni, budaya, kreativitas, dan industri ekonomi berbasis kegiatan masyarakat.

Sebuah festival yang baik bukan hanya menghasilkan pemenang. Ia harus mampu melahirkan talenta, menghidupkan ruang kreativitas, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

 


Spread the love