Bhabinkamtibmas Palue Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tengah Situasi Pascagempa
Bhabinkamtibmas Palue Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tengah Situasi Pascagempa
MAUMERE, Bidikan Kamera — Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue menyalurkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Kamis (8/10/2026) di Posko Pengungsian Wuwuwa, Dusun Awamale, Desa Nitunglea, Kecamatan Palue. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah warga yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Satu keluarga yang menerima bantuan adalah keluarga Philipus Pitu, yang menjadi korban terdampak kebakaran di posko pengungsian. Bantuan diserahkan secara langsung kepada pihak keluarga.
Bantuan yang diberikan antara lain kasur atau spon serta berbagai perlengkapan bayi, seperti ember bak mandi, dot, pakaian bayi, loyor, perlak, tempat tidur bayi, kaos kaki dan sarung tangan bayi, bedak, sampo, sabun, serta minyak telon.
Kondisi keluarga Philipus Pitu mendapat perhatian khusus karena istrinya sedang dalam kondisi hamil dan diperkirakan akan segera melahirkan. Karena itu, bantuan perlengkapan bayi dinilai menjadi salah satu kebutuhan mendesak bagi keluarga tersebut.
Selain menyerahkan bantuan, Bhabinkamtibmas juga melakukan pemantauan kondisi warga dan mengidentifikasi kebutuhan yang masih diperlukan oleh keluarga terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan maupun potensi kebakaran. Warga diajak menjaga kerukunan, saling membantu, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Kebakaran sebelumnya terjadi di tenda atau posko pengungsian yang ditempati keluarga Philipus Pitu. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh lampu di dalam posko yang tidak dimatikan sejak pagi. Penyebab tersebut masih merupakan dugaan awal dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.
Proses penyaluran bantuan berlangsung di tengah kondisi akses jalan yang sebagian mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju lokasi pengungsian menjadi cukup sulit.
Meski demikian, kegiatan berlangsung tertib. Bantuan diterima keluarga korban dengan penuh rasa syukur, sementara situasi keamanan dan ketertiban di lokasi terpantau aman dan kondusif.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga dalam menghadapi kondisi pascabencana. Karel)
