Beruang Merah Jinakkan Api di Pesisir Bandara Frans Seda, 2 Hektare Lahan Terbakar

file_0000000000a481fa9fb1745741d7e929
Spread the love

Beruang Merah Jinakkan Api di Pesisir Bandara Frans Seda, 2 Hektare Lahan Terbakar

MAUMERE, bidikacameranews.com— Kobaran api nyaris menguasai kawasan pesisir Bandara Frans Seda Maumere, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa (8/9/2026) siang.

Api yang membakar lahan diperkirakan mencapai dua hektare itu bergerak cepat. Tiupan angin kencang membuat kobaran api dengan mudah merambat dari satu titik ke titik lainnya, memicu kekhawatiran api meluas ke kawasan sekitar bandara.

Di tengah situasi tersebut, Tim Reaksi Cepat Pemadam Kebakaran (Damkar) Sikka “Beruang Merah” langsung diterjunkan. Petugas berjibaku melakukan penyemprotan dari sejumlah titik hingga kobaran api berhasil dijinakkan.

Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sikka, Lambertus Sol Keytimu, SE, mengatakan pengerahan personel dilakukan setelah dirinya menerima perintah langsung dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melalui sambungan telepon.

“Begitu mendapat informasi dan perintah dari Bapak Bupati melalui telepon, kami langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Lambertus saat ditemui usai pemadaman di ruang kerjanya, Jalan Patimura, Maumere.

Menurut Lambertus, kondisi di lokasi cukup sulit. Api cepat membesar dan menjalar karena diterpa angin kencang.

Situasi itu membuat petugas tidak memiliki banyak waktu. Pemadaman harus dilakukan secara cepat dan intensif untuk mencegah kobaran api merambat lebih jauh.

Damkar Sikka tidak bekerja sendirian. Dalam operasi tersebut, TNI, petugas Bandara Frans Seda Maumere, serta aparat Polres Sikka turut bahu-membahu membantu proses pemadaman.

Petugas melakukan penyemprotan dari beberapa titik sekaligus, sembari mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api akibat hembusan angin yang masih cukup kencang.

“Angin cukup kencang sehingga api cepat merambat. Namun anggota tetap bekerja maksimal sampai api berhasil dipadamkan dan situasi dapat dikendalikan,” jelas Lambertus.

Ia mengapresiasi kesigapan seluruh personel yang terlibat. Menurutnya, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Kalau terlambat ditangani, dalam kondisi angin seperti ini api bisa dengan cepat meluas,” ujarnya.

Beruntung, hingga kobaran api berhasil dipadamkan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, luas pasti lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Lambertus mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama di tengah kondisi panas dan angin kencang yang dapat membuat api sulit dikendalikan.

Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun.

“Kalau masyarakat melihat ada titik api, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar karena dalam kondisi angin kencang, api bisa sangat cepat meluas,” pungkasnya. (karel)


Spread the love