Rumah Orang Tua Mantan Bandar di Serading Diserang Kartel Narkoba, Irawan Duga Ada Pembiaran: Polisi Tak Datang 1 Jam Pasca Kejadian, Justru TNI yang Turun Amankan TKP!

file_000000008d98820798b6940432b30c3c
Spread the love

Rumah Orang Tua Mantan Bandar di Serading Diserang Kartel Narkoba, Irawan Duga Ada Pembiaran: Polisi Tak Datang 1 Jam Pasca Kejadian, Justru TNI yang Turun Amankan TKP!

SUMBAWA, bidikancameranews.com – Rumah orang tua kandung Irawan, warga Desa Serading, Kecamatan Moyo Hulu, yang juga mengaku mantan bandar narkoba, dilaporkan diserang oleh sekelompok orang tak dikenal yang diduga masih terkait jaringan peredaran narkoba di desa tersebut. Peristiwa penyerangan terjadi pada hari Rabu (04/11) di TKP Serading dan diduga sebagai bentuk ancaman serius.

Menurut pengakuan Irawan, penyerangan itu terjadi secara terang-terangan, baik di lapangan maupun melalui ancaman di media sosial. Rumah yang diserang merupakan rumah tempat tinggal orang tua kandungnya, sehingga ia menilai aksi tersebut sudah sangat meresahkan dan membahayakan keselamatan keluarganya.

Yang menjadi sorotan dan dipertanyakan oleh Irawan adalah respon aparat kepolisian pasca kejadian. Dari keterangan saksi maupun keluarganya di lokasi, Irawan mengklaim satu jam setelah penyerangan itu terjadi, tak satupun polisi yang datang untuk mengamankan situasi di TKP.

“Menurut keterangan keluarga saya di TKP, satu jam setelah penyerangan tak ada polisi yang datang. Malah TNI yang turun mengamankan situasi. Ini yang harus dipertanyakan ke polisi. Apakah ada pembiaran?” kata Irawan menirukan laporan keluarganya dari Serading.

Irawan pun mempertanyakan kinerja Polres Sumbawa dalam memburu para pelaku penyerangan. Ia menyebut ancaman dari para pelaku sudah sangat terbuka, baik secara langsung di lapangan maupun melalui media sosial, namun hingga kini belum ada tindakan cepat dari kepolisian untuk memburu pelaku. “Itu terang-terangan ngancam. Baik di lapangan dan media sosial. Lah kok kenapa polisi diam gak segera memburu pelaku,” ujar Irawan dengan nada kesal.

Atas kejadian ini, Irawan menduga adanya pembiaran terhadap kelompok yang menyerang rumah keluarganya, yang ia sebut sebagai kartel narkoba Serading. Dugaan bahwa polisi membiarkan dan melindungi transaksi narkoba di Serading, menurut Irawan, semakin kuat dengan lambatnya respon saat rumah orang tuanya diserang. Namun, dugaan tersebut hingga kini masih merupakan klaim sepihak dari pihak korban dan belum terverifikasi secara independen.

Media juga membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak Polres Sumbawa.

Kasus penyerangan rumah warga yang diduga buntut dari pengakuan soal peredaran narkoba ini diharapkan menjadi atensi serius Polda NTB. Jika benar ada ancaman terhadap keluarga mantan bandar yang berani buka suara, maka negara wajib hadir memberikan perlindungan kepada saksi dan keluarganya.

Sementara Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui kasi humas mengkonfirmasi kepada media lewat seluler pada kamis ( 05/11 ) mengatakan bahwa tidak adanya pengamanan di rumah irawan terkait penyerangan tersebut, karena TKP nya di 2 lokasi yang berbeda, seharus yang bersangkutan membuat laporan polisi kedua, ” laporan polisi pengrusakan pertama sedang dilakukan penyelidikan, sementara kejadian kemarin di lokasi yang berbeda TKP, sebaiknya yang bersangkutan membuat laporan polisi kedua, agak penyidik punya dasar hukum memanggil terduga pelaku ” katanya singkat


Spread the love