Tahap Tiga, Tim Energi Timur Bimbing Siswa SMKN 2 Sumbawa Rakit Alat PLTS Stem Lab Titik Kumpul

Sumbawa, (24 Oktober 2026) bidikankameranews.com – Tim Riset Energi Timur Universitas Teknologi Sumbawa memasuki tahap tiga kegiatan Hibah Titik Kumpul Sains dan Teknologi, Kemendiktisaintek bersama siswa SMKN 2 Sumbawa Besar. Di tahap tiga ini tim riset yang diketuai oleh Mietra Anggara, S.T., M.T., dengan anggota Mukhtar Hadi, S.T., M.T., Afrianto, S.T., M.T., Imam Syaukani, S.T., M.Eng., dan Silvia Firda Utami, S.T., M.Sc., berikan siswa pengalaman langsung lewat “Design and Build PLTS Stem Lab”.
Pada tahap “Design and Build PLTS Stem Lab” Para siswa yang telah terbagi dalam 6 Kelompok Project akan merancang solusi dari tahap sebelumnya. Kemudian para siswa akan menentukan ide, menentukan komponen, membuat rancangan sistem, dan diakhir mengubah rancangan menjadi prototype.
Adapun 6 Kelompok Project tersebut diantaranya; Project 1 Pompa Air, yang diperuntukan menyediakan listrik agar pompa dapat bekerja atau difungsikan di sawah bagi petani, Project 2 Power Home untuk akses listrik rumah di desa terpencil yang belum terakses listrik konvensional, Project 3 Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk membantu penerangan jalan bagi masyarakat, lalu Project 4 Power Box Nelayan untuk membantu penerangan nelayan malam hari saat melaut, Project 5 Monitoring Kandang Ayam untuk membantu peternak dalam memonitoring suhu dan kelembapan kandang ayam, dan Project 6 Peringatan Dini Banjir, diperuntukan memberikan peringatan bagi masyarakat agar waspada terhadap banjir.
Mietra Anggara berikan arahan pada para siswa dalam memulai tahap tiga tersebut.
“berdasarkan project yang telah dipilih, melalui alat PLTS Stem Lab yang telah disediakan, kalian akan dipandu oleh mentor dosen juga kakak-kakak mahasiswa pendamping dari Prodi Teknik Mesin dan Teknik Elektro Fakultas Rekayasa Sistem untuk menyiapkan komponen, alat, dan area kerja, lalu mulai merakit komponen sesuai rancangan, kemudian wiring dimana kalian akan berusaha menghubungkan setiap komponen dengan benar dan aman. Tentu, nantinya akan ada pengujian pada prototype kalian untuk memastikan apakah prototype tersebut bekerja sesuai tujuan, jika menemukan masalah dapat langsung diperbaiki untuk penyempurnaan.” Terang Mietra.
Para siswa terlihat sangat antusias dan kooperatif selama proses tahap tiga berjalan. Diharapkan, proses yang dijalani 30 peserta ini akan menjadi pengalaman lapangan yang menyenangkan dan menambah pengetahuan bagi mereka. (*)
