Sarasehan Kepemudaan di Semamung Moyo Hulu, Kalangan Muda Diajak Menjadi Pemimpin Sosial Masa Depan Sumbawa

Sumbawa Besar, bidikankameranews.com –
Sarasehan kepemudaan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI digelar di Balai Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini mengangkat tema “Kepemudaan dan Masa Depan Sumbawa” diikuti oleh pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, serta kelompok pemuda dan karang taruna dari sejumlah desa di wilayah selatan Sumbawa.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara gagasan kebangsaan dan realitas keseharian anak muda. Forum ini tidak hanya membahas nilai-nilai dasar negara, tetapi juga mengaitkannya dengan tantangan konkret yang dihadapi generasi muda, mulai dari perubahan perilaku sosial, pengaruh media digital, hingga peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, ST dalam dialog bersama peserta menekankan pentingnya memahami karakter generasi muda hari ini. Menurutnya, anak muda memiliki nilai strategis karena akan menjadi penentu arah demokrasi dan kepemimpinan di masa depan. Oleh sebab itu, pemuda perlu dibekali nilai Pancasila, konstitusi, serta semangat kebangsaan agar tetap kritis namun bertanggung jawab.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kepemimpinan pemuda yang disampaikan oleh Miftahul Arzak selaku Direktur Lembaga Penelitian MY Institute.
Miftah mengajak peserta melihat kepemimpinan sebagai proses yang dimulai dari kesadaran diri, keberanian mengambil peran sosial, dan konsistensi dalam membawa nilai kebaikan di lingkungan sekitar. Anak muda, menurutnya, tidak perlu menunggu ruang formal untuk berkontribusi, karena perubahan bisa dimulai dari komunitas dan desa.
Sementara itu, Devira Bunga Ayudya dari komunitas sosial dan peduli ekologi Lingkara memperkenalkan pendekatan kepemudaan berbasis lingkungan dan aksi sosial. Devira menekankan bahwa kepemimpinan sosial dapat tumbuh melalui kepedulian terhadap isu-isu nyata, seperti pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, dan kerja kolaboratif lintas komunitas.
Antusiasme peserta terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif. Beragam pertanyaan muncul terkait langkah konkret menjadi pemimpin sosial, cara menjaga fokus belajar di tengah gawai, hingga solusi persoalan lingkungan di desa. Diskusi ini menegaskan bahwa pemuda Sumbawa memiliki semangat dan keinginan kuat untuk terlibat dalam perubahan.
Melalui kegiatan sarasehan ini, diharapkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi generasi muda. Pemuda Sumbawa didorong untuk tumbuh sebagai agen perubahan yang berakar pada nilai kebangsaan sekaligus peka terhadap kebutuhan daerahnya. (*)
