Menjaga Kesehatan di Negeri Orang, Tim Pengabdian Masyarakat Internasional UNISA Yogyakarta Gelar Cek Kesehatan bagi PMI di Malaysia

Spread the love

Tim Penyusun:
Nurul Fitriyah
Sri Annisapada Jamaru
Ita Hikmah Hidayati
Ana Claudia da Costa Guterres
Sandra da Costa Neto
Frederika Eufrasia Lawo
Merlin C. Ferreira
Dulce Maria Guterres
Dilma Suzete Bento Alves
Azizah Yuhani
Fiki Amalia

Malaysia – Di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negeri jiran, tim Pengabdian Masyarakat Internasional dari Program Studi Magister Kebidanan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta) hadir dengan membawa semangat kepedulian dan solidaritas. Melalui kegiatan pemeriksaan serta edukasi kesehatan yang dilaksanakan di beberapa komunitas PMI di Malaysia, tim berupaya menjangkau para pekerja yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan UNISA Yogyakarta dalam memperluas kontribusi akademik di kancah internasional serta mempertegas peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat lintas negara. Dengan mengangkat tema
“Menjaga Kesehatan di Negeri Orang”, kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes, asam urat, dan kolesterol, masalah kesehatan yang sering kali luput dari perhatian karena padatnya rutinitas kerja para PMI.
Skrining Kesehatan Tensi Darah, GDS, Asam Urat dan Kolesterol
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Sejak pagi hari, para pekerja migran berdatangan dengan semangat tinggi, bahkan ada yang hadir langsung usai bekerja. Tim UNISA Yogyakarta menyambut mereka dengan penuh keramahan dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, serta kolesterol. Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui sesi edukasi kesehatan interaktif yang menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang, istirahat cukup, dan olahraga ringan yang dapat dilakukan di sela-sela aktivitas kerja.

Edukasi ini dikemas dalam bentuk diskusi dan praktik sederhana, sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan oleh para peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi Edukasi dan Diskusi Interaktif

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi para PMI untuk berbagi keluhan dan pengalaman seputar kesehatan. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali berkesempatan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Tim medis UNISA Yogyakarta mendengarkan setiap keluhan dengan empati dan memberikan saran yang sesuai dengan kondisi mereka di perantauan. Salah seorang peserta, Siti (34), yang telah enam tahun bekerja di Malaysia, menyampaikan rasa terima kasih dan harunya.
“Kami jarang punya kesempatan untuk memeriksakan diri karena waktu dan biaya terbatas. Kegiatan ini sangat membantu kami mengenali kondisi tubuh sendiri. Terima kasih UNISA sudah datang jauh-jauh ke sini,” ujarnya penuh rasa syukur.

Selain memberikan manfaat dalam bidang kesehatan, kegiatan ini juga mempererat rasa kebersamaan di antara para PMI. Mereka saling bertukar pengalaman tentang cara menjaga kesehatan di lingkungan kerja, menjaga kebersihan tempat tinggal, mengatur waktu istirahat, serta mengelola stres akibat tekanan pekerjaan. Menurut ketua tim pengabdian, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada layanan medis semata, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin para pekerja migran mendapatkan perhatian lebih terhadap kesehatannya. Mereka adalah bagian penting dari bangsa ini, dan kami bangga bisa turut berkontribusi untuk kesejahteraan mereka,” ungkap salah satu dosen Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta yang memimpin kegiatan tersebut.

Dalam pelaksanaannya, tim UNISA Yogyakarta juga bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia, agar kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak pekerja di masa depan. Diharapkan, program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berlanjut dalam bentuk pendampingan kesehatan jarak jauh berbasis daring. Melalui pengabdian masyarakat internasional ini, Program Studi Magister Kebidanan UNISA Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat global. Dengan langkah kecil yang membawa dampak besar, UNISA berupaya menebar manfaat dan menjembatani nilai kemanusiaan dari Yogyakarta untuk dunia. (*)


Spread the love

Next Post

Bupati H. Jarot Terima CSR Nursery Farm dari Bank NTB Syariah, Dukung Program Sumbawa Hijau Lestari

Jum Jan 23 , 2026
Spread the love       Sumbawa Besar, bidikankameranews.com – Bank NTB Syariah menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) berupa bangunan nursery […]