
Penulis :
1. Aan Fauzan Apriyansah (241027006)
2. Ridho ashar (241027026)
3. Feboan riman andara (241027013)
4. Mardina nur arsyilla putri (241027008)
5. Sukma Junita (241027021)
Sumbawa Besar, bidikankameranews.com –
Desa Boak Kecamatan Untir Iwis di pulau Sumbawa saat ini menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah, yang menjadi tantangan nyata bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.
Kondisi ini mencerminkan masalah sampah yang juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, dimana pengelolaan yang belum optimal menyebabkan praktik pembuangan yang tidak ramah lingkungan sehingga berdampak negatif.
Sampah yang menumpuk di beberapa titik di Desa Boak, Kecamatan Untir Iwis sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga yang tidak terkelola secara baik.
Ketiadaan fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) yang memadai membuat warga cenderung membuang sampah di sungai, sawah, maupun di semak-semak sekitar permukiman. Hal ini bukan hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga memicu masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Salah satu penyebab utama permasalahan ini adalah minimnya infrastruktur pengelolaan sampah di tingkat desa dan kecamatan. Kurangnya tempat sampah umum serta sistem pengumpulan yang teratur membuat masyarakat kesulitan dalam membuang sampah pada lokasi yang benar.
Akibatnya, praktik membakar sampah di halaman rumah masih sering ditemui di beberapa dusun. Kebiasaan ini justru meningkatkan polusi udara dan berdampak buruk bagi kesehatan keluarga, terutama anak-anak dan orang lanjut usia.
Dampak lain yang dirasakan warga adalah pencemaran saluran air saat musim hujan. Sampah yang dibuang di aliran sungai menyebabkan saluran tersumbat, meningkatkan risiko banjir di permukiman warga dan merusak ekosistem sungai setempat.
Selain itu, sampah yang menumpuk menjadi sarang bagi nyamuk dan hama lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan penyakit berbasis lingkungan.
Pemerintah Kecamatan Untir iwis bersama dengan aparat desa telah melakukan beberapa upaya untuk menangani masalah ini, seperti mengadakan gotong royong rutin dan menempatkan beberapa titik TPS. Namun, fasilitas ini belum cukup untuk menampung volume sampah harian yang dihasilkan. Belum optimalnya angkutan limbah serta keterbatasan anggaran juga menjadi kendala yang harus diatasi bersama.
Solusi nyata diperlukan agar persoalan sampah di Desa Boak, Kecamatan Untir Iwis dapat diatasi secara efektif. Pertama, memperluas sarana dan prasarana pengelolaan sampah seperti penambahan TPS, fasilitas pemilahan sampah, dan sistem pengangkutan yang terjadwal.
Kedua, pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari rumah dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dapat mengurangi volume sampah yang harus diolah.
Terakhir, membangun kerja sama aktif antara pemerintahan desa, masyarakat, dan pihak swasta atau lembaga non-pemerintah dalam program pengelolaan sampah berkelanjutan. (*)














