GARA-GARA Rumpon NELAYAN! KMP Cakalang 5 Jam Terombang-ambing, Bantuan Gempa NTT TERTAHAN DI LAUT 5 Jam
GARA-GARA Rumpon NELAYAN! KMP Cakalang 5 Jam Terombang-ambing, Bantuan Gempa NTT TERTAHAN DI LAUT 5 Jam

LABUAN BAJO , bidikancameranews.com – Aktivitas nelayan yang memasang Rumpon di alur pelayaran kembali memakan korban. KMP Cakalang rute Sape – Labuan Bajo terpaksa tertahan lebih dari 5 jam di tengah laut setelah baling-balingnya tersangkut jaring ikan, Rabu (26/8/2026) siang.
Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Sape, Pulau Sumbawa, NTB pada Selasa (25/8) pukul 20:00 WITA itu, seharusnya tiba di Labuan Bajo, NTT pukul 06:00 WITA. Namun kenyataannya baru merapat pukul 10:30 WITA.
TEROMBANG-AMBING 5 JAM DI PERAIRAN TAMBORA
Menurut keterangan penumpang, insiden terjadi sekitar tengah malam saat kapal melintas di perairan Tambora.
“Kapal baru tiba sekitar pukul 10:30 rabu siang. Informasinya di laut perairan tambora kipas kapal tersangkut tali rumpon nelayan. Ada lebih dari 5 jam lebih penumpang terombang ambing di laut,” ujar salah satu sopir pengangkut logistik bantuan gempa ke NTT.
“Kami hanya bisa pasrah saat terombang-ambing di laut karena insiden tali rumpon nelayan tersangkut di baling-baling kapal, sementara kami dituntut untuk segera sampai bantuan logistik gempa NTT,” katanya kesal.
Keterlambatan ini berdampak langsung. Muatan logistik bantuan gempa untuk NTT yang seharusnya segera didistribusikan menjadi terhambat.
PELANGGARAN BERBAHAYA
Pemasangan jaring atau aktivitas menangkap ikan di dalam alur pelayaran memang dilarang keras karena membahayakan keselamatan lalu lintas laut.
“Pemasang jaring di jalur kapal dapat dikenakan sanksi karena melanggar ketentuan keselamatan pelayaran dalam Undang-Undang Pelayaran,” tegas aturan yang berlaku.
Kapal ferry KMP Cakalang sendiri saat ini menjadi salah satu alternatif utama penghubung ujung timur Pulau Sumbawa NTB dan Pulau Flores NTT. Insiden ini membuat ratusan penumpang hanya bisa pasrah di tengah laut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Syahbandar terkait proses hukum terhadap nelayan yang diduga memasang jaring di jalur tersebut.
