Bangun Demokrasi dari Sekolah, Pelajar Sumbawa Bagian Timur Diperkuat Nilai Empat Pilar MPR RI

Spread the love

Sumbawa Besar, bidikankameranews.com
Upaya memperkuat kesadaran kebangsaan di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui Sarasehan yang didalamnya dilakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan bertajuk “Peran Pelajar dan Mahasiswa sebagai Penjaga Nalar Kritis dalam Demokrasi Konstitusional dan Pembangunan Daerah” digelar di SMKN 1 Plampang, Kabupaten Sumbawa, NTB pada Senin (22/12/2025).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi Majelis Permusyawaratan Rakyat RI bersama Lembaga penelitian MY Institute.

Sarasehan ini diikuti oleh pelajar dan pemuda dari wilayah Sumbawa Bagian Timur seperti dari SMP dan SMA Kecamatan Lape, Lopok, Maronge, Plampang, Empang, dan Tarano sebagai bagian dari rangkaian kegiatan edukasi kebangsaan.
Sejak awal, kegiatan diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa demokrasi dan pembangunan daerah membutuhkan generasi muda yang berpikir kritis, beretika, dan memahami nilai konstitusi.

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, ST dalam pemaparannya menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menekankan peran strategis pelajar dan mahasiswa sebagai kelompok yang akan menentukan arah masa depan Indonesia, termasuk di daerah-daerah seperti Sumbawa.

Sementara itu, Miftahul Arzak selaku direktur MY Institute menyoroti pentingnya kepemimpinan kritis di era digital. Menurutnya, generasi muda saat ini tidak cukup hanya cakap secara teknologi, tetapi juga harus mampu memilah informasi, melawan hoaks, serta menggunakan media sosial sebagai ruang edukasi dan kolaborasi, bukan sumber konflik.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Pemateri ketiga, Supriady dari Komunitas Sosial dan Peduli Ekologi “Lingkara”, mengingatkan bahwa Sumbawa saat ini menghadapi persoalan serius terkait sampah plastik.

Ia mendorong generasi muda untuk menjadi pelopor gaya hidup ramah lingkungan melalui aksi sederhana namun konsisten, seperti pengurangan plastik sekali pakai dan keterlibatan dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Diskusi yang dipandu moderator Yadi Satriadi berlangsung dinamis. Peserta mengangkat isu-isu aktual, mulai dari praktik bernalar kritis dalam kehidupan sehari-hari, etika bermedia sosial, hingga peran pemuda dalam menjawab persoalan lingkungan dan sosial di tingkat lokal.

Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat pelajar terhadap isu kebangsaan yang dikemas secara dialogis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI tidak berhenti pada ruang sosialisasi, tetapi benar-benar hidup dalam tindakan nyata generasi muda. Pelajar dan pemuda Sumbawa diharapkan tumbuh sebagai warga negara yang sadar konstitusi, berkarakter Pancasila, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah. (*)


Spread the love