BRUTAL! Laporan Resmi Masuk ke Kapolres Sumbawa, 3 Pemuda Bersenjata Parang dan Samurai Hadang di Jalan, Bacok Warga dan Rampas Motor di Serading Moyo Hilir
BRUTAL! Laporan Resmi Masuk ke Kapolres Sumbawa, 3 Pemuda Bersenjata Parang dan Samurai Hadang di Jalan, Bacok Warga dan Rampas Motor di Serading Moyo Hilir

“Korban AGAM SAPUTRA Ngaku Dikejar 2 Motor, Dihunjam Parang Bersarung Hingga Rusuk Kiri Sakit, Teman Dianiaya di Tempat, Rumah Kakak Dilempari Batu ”
SUMBAWA, NTB, bidikancameranews.com – Sebuah laporan pengaduan dugaan tindak pidana penganiayaan, pengrusakan dan pencurian dengan kekerasan (Curas) resmi masuk ke Kapolres Sumbawa. Laporan tersebut dibuat oleh AGAM SAPUTRA, warga Dsn Serading RT 005 RW 002, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa.
Dalam surat laporan yang diterima media, peristiwa berdarah itu disebut terjadi pada Rabu, 23 September 2026 sekitar pukul 23.00 WITA. Terlapor dalam dokumen tersebut adalah Sdr. KADEK, Sdr. JAKA dan Sdr. SUKRON.
KRONOLOGI DALAM LAPORAN: DITANYAKAN “MANA IRAWAN?” LALU DIBACOK
Berawal pada Rabu malam, korban ditelepon kakak iparnya YULIANI yang rumahnya dekat SDN 1 Karang Jati karena ada orang yang menggedor-gedor gerbang rumah.
Korban kemudian berangkat bersama temannya HERI dengan motor. Namun di tengah perjalanan menuju rumah kakaknya, mereka dihentikan oleh KADEK bersama teman-temannya yakni JAKA dan SUKRON serta dua orang lain yang tidak dikenal. Dalam laporan disebutkan mereka membawa senjata tajam masing-masing berupa parang dan samurai.
“MANA IRAWAN?” teriak KADEK dalam laporan tersebut. Saat korban menjawab Irawan ada di rumahnya, KADEK disebut langsung mengayunkan parang yang masih terbungkus sarung ke arah korban dan mengenai badan sebelah kiri.
Melihat itu, teman korban HERI yang mengendarai motor langsung tancap gas. KADEK berteriak “ANJING BERHENTI ANJING” sambil mengejar korban dengan dua kendaraan hingga ke perkampungan Karang Jati.
LOMPAT PAGAR SENG, TEMAN DITANGKAP DAN DIPUKULI
Dalam keadaan panik, AGAM langsung loncat ke pagar seng dan bersembunyi di balik pagar rumah warga. Sementara HERI tidak sempat melarikan diri karena terlebih dahulu berhasil ditangkap oleh KADEK dan teman-temannya.
Dari balik persembunyian, AGAM mengaku mendengar KADEK menanyakan keberadaannya kepada HERI: “MANA AGAM?”.
HERI menjawab “SUDAH LARI KE BAWAH SANA”. KADEK membentak “JUJUR KAMU, JANGAN BOHONG”, HERI menjawab “SAYA NDA TAU APA-APA”. Setelah itu, AGAM mendengar HERI dipukul dan berteriak kesakitan.
Motor milik korban kemudian dibawa pergi oleh KADEK dan teman-temannya.
Korban baru berani keluar sekitar pukul 02.00 WITA dini hari, dibantu warga kampung dibawa ke area gunung untuk disembunyikan karena takut KADEK dan kawan-kawan datang lagi. Ia kemudian menumpang truk ke wilayah Sumbawa dan menginap di kos pacarnya.
RUMAH KAKAK DIRUSAK & PEGAWAI GELONDONG DIANIYAYA
Dalam laporan yang sama, AGAM juga mengungkapkan ada kejadian lain di malam yang sama. Rumah milik kakaknya IRAWAN dan istrinya YULIANI disebut gembok pintu gerbangnya dirusak dan rumahnya dilempari batu.
Selain itu, terdapat juga kejadian penganiayaan yang dialami pegawai gelondong milik kakaknya yang bernama YAKOBUS WERANG PUTRA TUKAN. Saat sedang beres-beres alat, tiba-tiba datang 5 orang yakni JAKA, SUKRON, JAKO, ROBI dan DANDI.
Dalam laporan tertulis, saat itu JAKO melakukan penganiayaan kepada YAKOBUS dengan cara memukul menggunakan parang yang terbungkus sarung sebanyak 3 kali dan mengenai punggungnya, serta motor milik YAKOBUS juga diambil dan dibawa pergi.
Atas kejadian tersebut, pelapor mengaku mengalami sakit di rusuk bagian kiri.
Hingga berita ini diturunkan, laporan tersebut telah diterima di Polres Sumbawa dan masih dalam proses. Pihak terlapor belum berhasil dikonfirmasi. Media membuka ruang hak jawab seluas-luasnya.
Saat ini pihak Penyidik Polres Sumbawa sedang melakukan pendalaman penyelidikan dengan memanggil semua pihak – pihak terkait.( GJI )
