NERAKA ANTRIAN DI GERBANG NTB! Penumpang Terlantar 5 Jam Magrib Sampai Isya di Pelabuhan Kayangan, Syahbandar Malah Bantah: “Tidak Masuk Akal!”

IMG-20261102-WA0084
Spread the love

NERAKA ANTRIAN DI GERBANG NTB! Penumpang Terlantar 5 Jam Magrib Sampai Isya di Pelabuhan Kayangan, Syahbandar Malah Bantah: “Tidak Masuk Akal!”

LOMBOK TIMUR, bidikancameranews.com-Potret buram transportasi penyeberangan di Nusa Tenggara Barat kembali terulang. Antrian maut yang berulang-ulang terjadi di dua pelabuhan vital penghubung Lombok – Sumbawa, Pelabuhan Kayangan Lombok Timur dan Poto Tano Sumbawa Barat, kembali dikeluhkan masyarakat.

Kali ini, sebuah video viral dari channel NTB Satu dengan narator Iqbal Sango menjadi bukti nyata penderitaan calon penumpang. Dalam video yang direkam pada Minggu sore (01/11), terlihat antrian kendaraan yang mengular panjang di seputaran Pelabuhan Kayangan.

Parahnya, menurut narasi dalam video tersebut, calon penumpang harus mengantri untuk bisa naik kapal sampai 4-5 jam. Bahkan terlihat di video dari waktu Magrib hingga menjelang Isya belum ada satupun kapal yang sandar di dermaga Pelabuhan Kayangan. Situasi ini membuat penumpang, termasuk anak-anak dan lansia, terlantar berjam-jam tanpa kepastian.

“Mohon kepada Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan dan pihak ASDP untuk dapat menyelesaikan antrian yang berulang-ulang terjadi agar dapat mengurai masalah yang terjadi di pelabuhan penyeberangan tersebut,” tulis sumber video dengan nada kecewa.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Erpan Anwar, saat dikonfirmasi media membenarkan adanya antrian panjang tersebut. Ia mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KUPP / Syahbandar Labuhan Lombok terkait hal tersebut.

“Untuk secara detail silahkan rekan media hubungi Kepala Unit Penyelenggara Kelas III Labuhan Lombok,” kata Erpan singkat.

Namun pernyataan mengejutkan justru datang dari Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuhan Lombok / Syahbandar Labuhan Lombok, La Ode Wilo, ST, M.P.W. Saat dikonfirmasi media pada Senin (02/11), ia justru membantah mentah-mentah laporan antrian 5-6 jam tersebut.

“Kalau sampai 5-6 jam sangat tidak masuk akal, kami punya data terkait jadwal keberangkatan kapal dan realisasi, kalau kapal berangkat 40 trip dalam 24 jam tidak mungkin 5-6 jam,” katanya membantah.

Wilo menegaskan bahwa pihaknya memiliki data valid. Dalam 24 jam ada 40 trip keberangkatan kapal. Menurutnya, tidak mungkin terjadi antrian hingga 5-6 jam kecuali ada kemacetan panjang yang luar biasa di dalam pelabuhan itu sendiri.

Bantahan Wilo semakin keras, ia bahkan meragukan keaslian video yang beredar. Ia mengklaim dari pantauan CCTV yang ada di Pelabuhan Kayangan, tidak terlihat adanya antrian panjang di dalam area pelabuhan.

“Kami tidak percaya video, karena di pelayanan kami selaku pengawas pelabuhan tidak ada antrian panjang,” bantah Wilo.

Ia juga mempertanyakan di mana letak kemacetan tersebut, karena menurut pantauan CCTV miliknya tidak ada penumpukan di dalam pelabuhan. Wilo meminta agar video-video yang beredar tidak langsung dipercaya sebelum dikonfirmasi ke pihaknya.

“Minta tolong janganlah di video-video yang beredar agar dikonfirmasi ke kami, karena kami selain pengawasan lapangan dan kami juga mengawasi lewat CCTV,” elak Wilo.

Pernyataan bantahan dari Syahbandar ini justru memicu tanda tanya besar di publik. Di satu sisi ada bukti video riil penderitaan rakyat yang antri dari sore sampai malam, di sisi lain pejabat pengawas pelabuhan membantah dengan dalih data dan CCTV. Publik kini menunggu solusi nyata, bukan sekadar adu data, dari Pemprov NTB, Dishub, dan ASDP untuk mengurai neraka antrian yang terus berulang setiap tahun di jalur penyeberangan tersibuk di NTB tersebut. *(TIM GJI)*


Spread the love