UKW SMSI NTB, 20 Wartawan Kompeten, Luar Biasa!, 4 Jurnalis KSB Lulusan Terbaik
UKW SMSI NTB, 20 Wartawan Kompeten, Luar Biasa!, 4 Jurnalis KSB Lulusan Terbaik

Mataram, bidikancameranews.com – Direktur Solopos Institute, H. Syifaul Arifin, secara resmi mengumumkan hasil Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB bekerja sama dengan Solopos Institute.

Dari total 22 peserta UKW Jenjang Muda, sebanyak 20 orang dinyatakan kompeten sebagai wartawan.
Kabar yang lebih membanggakan datang dari Kabupaten Sumbawa Barat. 4 peserta asal Sumbawa Barat, yaitu Sudirman Bogie, Riyan Kiswanto, Imam Fauzan, dan Zulkifli Bujir, tidak hanya dinyatakan kompeten, tetapi juga meraih predikat lulusan terbaik dengan nilai di atas rata rata.
Dalam keterangannya, Syifaul menegaskan bahwa UKW bukan hanya sertifikat sebagai pajangan, melainkan penanda profesionalisme. Menurutnya, ada lima alasan mengapa UKW penting. Pertama sebagai pembeda wartawan profesional dan abal abal, kedua untuk menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers No. 40 Tahun 1999, ketiga sebagai perlindungan hukum, keempat meningkatkan kredibilitas di mata narasumber, dan kelima untuk mengawal masa depan media dan desa berdaya.
“Tanpa UKW, kamu hanya bisa menulis. Dengan UKW, kamu diakui bisa mempertanggungjawabkan tulisanmu secara etik dan hukum,” tegas, Syifaul Arifin seusai menutup acara UKW bertempat, di lantai VI, Bank NTB Syariah, Minggu (27/09/2026).
Sementara itu, Ketua SMSI NTB, H. Abdus Syukur, mengaku sangat bangga dengan semangat empat wartawan muda dari Sumbawa Barat tersebut. Ia menilai keempatnya mampu menjadi pilar dan garda terdepan dalam menjawab semua materi yang disuguhkan oleh tim penguji.
“Ini prestasi yang membanggakan khusus bagi 4 wartawan muda Sumbawa Barat dengan predikat lulusan kompeten terbaik,” kata H. Abdus Syukur.
Di sisi lain, Abdus Syukur juga menyampaikan rasa sedih karena masih ada 2 peserta yang dinyatakan belum kompeten.
Ia berpesan agar hal ini menjadi pelajaran bagi rekan rekan wartawan yang ingin mengikuti UKW untuk lebih banyak belajar dan memahami kode etik serta UU Pers.
“Jadi wartawan itu bukan hanya pandai menulis berita, akan tetapi harus bisa memahami isi di dalam pemberitaan terhadap dampak yang akan diberitakan. Untuk 2 peserta yang tidak kompeten jangan berkecil hati, masih ada waktu dan kesempatan untuk lebih belajar lagi,” demikian, H. Abdus Syukur.
