Pasca Gempa 7,7 SR , TNI-Polri dan Pemda Hadir di Tengah Warga, Dandim 1602/Ende: Negara Tidak Akan Tinggalkan Korban Gempa

motion_photo_235583872815561098
Spread the love

Pasca Gempa 7,7 SR , TNI-Polri dan Pemda Hadir di Tengah Warga, Dandim 1602/Ende: Negara Tidak Akan Tinggalkan Korban Gempa

ENDE Flores, bidikancameranews.com – Pasca gempa bumi 7,7 SR yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 lalu, jajaran TNI bersama unsur terkait langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.

Komandan Kodim 1602/Ende Letkol Inf Nugroho Susanto, S.I.P. mengatakan, para prajurit Kodim 1602/Ende telah diterjunkan untuk membuka posko bencana, mendirikan tempat perlindungan darurat berupa tenda pengungsian, serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Kabupaten Ende

“Anggota Kodim 1602/Ende langsung bergerak cepat menerjunkan personel untuk membuka akses jalan nasional yang tertimbun longsor akibat gempa serta mendirikan posko dan dapur bencana bagi warga,” kata Letkol Nugroho kepada media pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Dandim, kehadiran TNI di lokasi bencana tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan psikologis masyarakat. Prajurit juga melakukan dialog langsung dengan warga di pengungsian untuk mendengarkan keluhan dan memberikan motivasi.

“Kepedulian dan kehadiran pemerintah bersama TNI-Polri serta unsur penanggulangan bencana terus diperkuat dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende,” ujarnya.

Letkol Nugroho menambahkan, di tengah keterbatasan dan suasana yang masih penuh keprihatinan, kehadiran TNI, Polri, Pemda, dan BNPB merupakan wujud negara hadir di tengah masyarakat.

“Bantuan sembako meringankan kebutuhan, dialog membuka ruang untuk menyampaikan keluhan, sementara motivasi dan perhatian memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk kembali bangkit,” tegasnya.

Hingga saat ini posko bencana Kodim 1602/Ende bersama BPBD dan relawan terus beroperasi. Fokus utama penanganan saat ini adalah pembersihan material longsor, distribusi logistik, serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Warga di sejumlah titik pengungsian menyambut baik kehadiran para prajurit. Mereka mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pendampingan langsung dari TNI-Polri di tengah rasa cemas pasca gempa.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur merilis update terbaru dampak gempa bumi M7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB.

” Berdasarkan data per 20 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA, gempa yang berpusat 30 km Timur Laut Nagekeo pada kedalaman 15 km ini telah menyebabkan 9 orang meninggal dunia. Korban terbanyak berada di Kabupaten Sikka dan Nagekeo ” kata Kalak BPBD ENDE Marselus Eclefanus Meta

Selain korban jiwa, tercatat 47 orang luka-luka dan 15.230 warga mengungsi yang tersebar di 23 titik pengungsian di 6 kabupaten terdampak: Nagekeo, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, dan Flores Timur.

Kerusakan Infrastruktur

Data sementara menyebutkan 4.567 unit rumah rusak dengan rincian: 1.102 rusak berat, 1.456 rusak sedang, dan 2.009 rusak ringan.Fasilitas umum yang terdampak antara lain 34 sekolah, 12 puskesmas, 8 rumah ibadah, dan 3 jembatan.

Di wilayah pesisir Ende  gelombang tsunami setinggi 0,94 meter sempat menerjang dan merusak sejumlah kapal nelayan serta tambak warga.

Upaya Penanganan

Pemerintah Provinsi NTT bersama BNPB, TNI, Polri dan relawan terus menyalurkan bantuan logistik, makanan siap saji, tenda, dan layanan kesehatan. 12 dapur umum telah didirikan.

Tim asesmen gabungan juga masih melakukan pendataan di desa-desa terpencil yang akses jalannya terputus akibat longsor.

Potensi Gempa Susulan

BMKG Stasiun Geofisika Kupang menyampaikan hingga 20 Agustus 2026 telah tercatat *1.800+ gempa susulan* dengan magnitudo M1,3 hingga M6,2. Sebanyak 60 kali di antaranya dirasakan masyarakat.

“Proses peluruhan energi diperkirakan masih berlangsung 2 sampai 3 minggu ke depan. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kupang.

BMKG juga menegaskan informasi terkait prediksi gempa besar pada tanggal dan jam tertentu yang beredar di media sosial adalah ” hoaks “.

Imbauan

Warga diminta tidak menempati rumah yang rusak berat, menjauhi pantai jika ada peringatan tsunami, dan hanya mempercayai informasi dari sumber resmi BMKG dan BPBD.


Spread the love