UTS Raih Hibah PP-PTS Reguler 2026, Perkuat Mutu Pembelajaran dan Daya Saing Lulusan melalui Project-Based Learning

Spread the love

Sumbawa, (24 Juli 2026) bidikankameranews.com – Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan berhasil memperoleh Bantuan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler Tahun 2026. Berdasarkan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 543/DST/B.B3/DT.03.00/2026 tentang Pengumuman Penerima Bantuan PP-PTS Reguler Tahun 2026, Program Studi Bioteknologi dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Kedua program studi mengusung tema “Penguatan Mutu Pembelajaran dan Daya Saing Lulusan melalui Project-Based Learning Berbasis Potensi Lokal.”

Melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), mahasiswa akan belajar menyelesaikan persoalan nyata melalui proyek-proyek kolaboratif bersama dosen dan mitra. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi akademik maupun keterampilan abad ke-21, sekaligus menghasilkan solusi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.

Plt. Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Dr. Zulkieflimansyah, M.Sc., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap komitmen UTS dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Universitas Teknologi Sumbawa kembali memperoleh kepercayaan melalui Program PP-PTS Tahun 2026. Atas nama Universitas Teknologi Sumbawa, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendiktisaintek, khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, atas kepercayaan yang diberikan kepada UTS. Hibah ini menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia kerja” ujar Bang Zul.

Implementasi program akan difokuskan pada pengembangan pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah strategis di Program Studi Bioteknologi dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Selain pengembangan desain pembelajaran, program ini juga mencakup penyusunan perangkat pembelajaran inovatif, peningkatan kapasitas dosen dalam implementasi Project-Based Learning, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat.
Keberhasilan memperoleh hibah ini merupakan hasil kerja kolaboratif yang melibatkan Yayasan Dea Mas, Pimpinan Universitas, Fakultas, Program Studi serta berbagai unit pendukung lainnya.

Seluruh proses penyusunan proposal dikoordinasikan oleh Tim Task Force PP-PTS UTS, mulai dari tahap identifikasi kebutuhan, penyusunan dokumen, reviu internal, hingga finalisasi proposal sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua Tim Task Force PP-PTS UTS, Emsal Yanuar, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa hibah ini menjadi kesempatan bagi UTS untuk membangun ekosistem pembelajaran yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Bagi kami, Project-Based Learning bukan sekadar metode pembelajaran, tetapi cara membangun pengalaman belajar melalui penyelesaian persoalan nyata. Mahasiswa belajar secara kolaboratif bersama dosen dan mitra untuk menghasilkan produk, solusi, maupun inovasi yang dapat diterapkan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian dan Bioteknologi tidak hanya memperkuat kompetensi di bidang analisis pangan, pengolahan pangan, dan penerapan bioteknologi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berinovasi sebagai bekal meningkatkan daya saing lulusan,” jelasnya.

Melalui dukungan bantuan peralatan laboratorium dan pembelajaran melalui PP-PTS Reguler Tahun 2026 akan memperkuat implementasi Project-Based Learning di Universitas Teknologi Sumbawa. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas praktik, mendukung pelaksanaan proyek mahasiswa, serta menghasilkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berdampak bagi masyarakat. (*)


Spread the love