Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

IMG-20260928-WA1743
Spread the love

Gerakan 1 ASN 1 Buku, Disarpus Sikka Terima Sumbangan Buku dari ASN

MAUMERE, Bidikan Kamera — Gerakan 1 ASN, 1 Buku untuk memperkuat budaya literasi di Kabupaten Sikka mendapat dukungan dari aparatur sipil negara (ASN). Kepala Bidang Informasi Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata, ST., M.Sc., menyerahkan sumbangan buku kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka.

Penyerahan buku diterima Kepala Disarpus Sikka, Very Awales, didampingi Sekretaris Disarpus, Yuvensius Rafael, SE., di ruang kerja Kepala Disarpus Sikka, Lantai III, Jalan El Tari, Maumere, Senin (28/9/2026).

Sumbangan tersebut menjadi bagian dari upaya menambah koleksi bahan bacaan yang dapat diakses masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, dan ASN.

Fransiskus mengatakan, penguatan budaya membaca membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana. Salah satunya melalui gerakan menyumbangkan buku kepada perpustakaan.

“Bagi saya, buku adalah salah satu cara untuk berbagi pengetahuan. Ketika buku yang kita miliki diberikan kepada perpustakaan, manfaatnya tidak berhenti pada satu orang, tetapi bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh banyak orang,” katanya.

Menurut Fransiskus, Gerakan 1 ASN, 1 Buku merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat lebih luas apabila dilakukan secara bersama-sama.

“Kalau setiap ASN menyumbangkan satu buku, maka akan terkumpul banyak bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap buku-buku yang disumbangkan dapat membantu meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat Kabupaten Sikka terhadap sumber pengetahuan.

Literasi Butuh Kolaborasi

Kepala Disarpus Sikka, Very Awales, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menegaskan, pengembangan budaya literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab perpustakaan.

Menurut Very, pemerintah, ASN, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun ekosistem literasi.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Fransiskus Suryanto Nara Bata yang telah ikut mengambil bagian dalam Gerakan 1 ASN, 1 Buku. Buku-buku ini akan menjadi tambahan koleksi yang sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bacaan,” kata Very.

Ia mengatakan Disarpus Sikka terus mendorong inovasi untuk mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat. Perpustakaan, kata dia, tidak sebatas tempat menyimpan buku, tetapi juga harus menjadi ruang belajar, bertukar pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas.

“Perpustakaan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak. Gerakan 1 ASN, 1 Buku adalah salah satu bentuk kolaborasi sederhana yang dampaknya dapat dirasakan bersama,” jelasnya.

Very menambahkan, buku yang diterima akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok masyarakat. Keberagaman bahan bacaan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi sekaligus memperluas wawasan pembaca.

Ia pun mengajak ASN di Kabupaten Sikka untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Menurutnya, satu buku mungkin terlihat sederhana, tetapi ketika dikumpulkan dari banyak ASN, jumlah dan manfaatnya dapat menjadi lebih besar.

“Jangan melihat satu buku sebagai sesuatu yang kecil. Satu buku bisa dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang. Satu buku dapat membuka wawasan, melahirkan gagasan dan mengubah cara seseorang melihat dunia,” katanya.

Gerakan 1 ASN, 1 Buku menjadi salah satu upaya Disarpus Sikka memperkuat ketersediaan bahan bacaan sekaligus membangun ekosistem literasi di daerah.

Very menegaskan, keberhasilan gerakan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara konsisten. Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, sementara masyarakat, ASN, dunia pendidikan, komunitas, dan pihak lainnya ikut menghidupkan budaya membaca.

“Literasi adalah kerja bersama. Pemerintah menyediakan ruang dan fasilitas, tetapi masyarakat, ASN, dunia pendidikan, komunitas dan berbagai pihak lainnya juga memiliki peran penting untuk menghidupkan budaya membaca. Mari kita mulai dari hal sederhana: satu ASN, satu buku, satu gerakan, sejuta manfaat,” pungkas Very. (Karel)


Spread the love